Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k Depo 10k
bisnis

Transaksi Korporasi dan Laporan Keuangan Perlu Didukung oleh Penilaian yang Berintegritas

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada tahun 2027. Target ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, di tengah ketidakpastian global yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah yang terjadi sejak awal tahun 2026.

Menurut Panca Arief Jatmika, yang menjabat di Valuation Services BDO Indonesia, ketidakpastian tersebut telah menciptakan dinamika pasar dan mengganggu parameter ekonomi global, yang berdampak langsung pada kondisi di Indonesia.

“Sebagai akibatnya, manajemen dan pelaku bisnis dituntut untuk membuat keputusan kebijakan dengan hati-hati, karena setiap keputusan dapat memengaruhi kelangsungan dan pengembangan perusahaan,” ungkap Panca dalam pernyataannya pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Panca, yang juga menjabat sebagai Head of Valuation di KJPP Wawat Jatmika dan Rekan, menjelaskan bahwa dalam mengambil keputusan strategis seperti restrukturisasi, ekspansi, divestasi, atau langkah korporasi lainnya, manajemen sering kali mengandalkan laporan keuangan, indikator ekonomi, dan dinamika pasar yang ada.

Ada empat aspek utama yang harus diperhatikan untuk memastikan rencana aksi korporasi dapat berjalan dengan baik, yaitu keuangan, akuntansi, perpajakan, dan aspek legal.

Dia menjelaskan lebih lanjut mengenai rincian keempat aspek tersebut. Aspek keuangan mencakup analisis skema transaksi dan pendanaan, sedangkan aspek akuntansi memastikan pencatatan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Aspek perpajakan bertugas mengidentifikasi potensi kewajiban yang mungkin timbul, dan aspek legal memastikan adanya kepatuhan serta kelengkapan dokumen yang diperlukan.

Panca juga menekankan bahwa peran penilai sangat krusial dalam memfasilitasi aksi strategis, seperti merger, akuisisi, restrukturisasi bisnis, maupun penggalangan dana.

“Kehadiran penilai memberikan manajemen landasan nilai yang dapat dipercaya sebelum membuat keputusan penting,” tambahnya.

Felix Ery Prasetya, Managing Partner KJPP Wawat Jatmika dan Rekan, menegaskan bahwa independensi, integritas, dan objektivitas adalah elemen kunci dalam profesi penilai. Ia berpendapat bahwa penilaian bukan sekadar menyajikan angka akhir, melainkan merupakan proses kompleks yang didasarkan pada kode etik, standar penilaian, dan regulasi yang berlaku.

“Pengguna jasa perlu memahami definisi nilai yang relevan dengan maksud dan tujuan penilaian. Hal ini penting agar hasil penilaian dapat digunakan untuk pengambilan keputusan yang akuntabel,” jelas Felix.

Dalam praktik penilaian di Indonesia, acuan yang digunakan adalah Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia yang diterbitkan oleh MAPPI. Selain itu, penilai juga harus merujuk pada regulasi yang ada, seperti Peraturan Menteri Keuangan, Peraturan OJK, dan Standar Akuntansi Keuangan yang berhubungan dengan objek penilaian.

➡️ Baca Juga: Denada Segera Mempertemukan Ressa dan Aisha dalam Acara Spesial

➡️ Baca Juga: Intensitas Duel Akhir Musim Meningkatkan Daya Tarik Persaingan Olahraga bagi Penonton

Related Articles

Back to top button