BPOM Ingatkan Penanganan Obesitas Tidak Instan, Waspadai Produk Obat Abal-Abal

Keinginan untuk menurunkan berat badan secara cepat sering kali membuat banyak orang tergoda untuk mencoba berbagai produk pelangsing yang menjanjikan hasil instan.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Dr. Taruna Ikrar, mengingatkan bahwa produk-produk tersebut kini semakin mudah diakses, terutama melalui platform penjualan online dan promosi yang marak di media sosial.
“Kami ingin mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh klaim promosi produk kesehatan, termasuk yang disampaikan oleh influencer,” ungkap Prof. Taruna dalam pernyataannya pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Promosi di media sosial sering kali disertai dengan klaim yang berlebihan atau tidak berdasar. Oleh karena itu, penting untuk tidak menjadikan informasi dari ulasan produk sebagai satu-satunya acuan dalam memilih obat penurun berat badan.
Prof. Taruna juga menegaskan bahwa penggunaan obat untuk menurunkan berat badan sebaiknya mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Bila obat tersebut memerlukan resep, maka penggunaannya harus melalui konsultasi dengan dokter,” tambahnya.
Associate Director Medical & Regulatory Novo Nordisk Indonesia, dr. Riyanny Meisha Tarliman, menyatakan bahwa anggapan bahwa obesitas hanya disebabkan oleh kurangnya disiplin perlu diluruskan.
Ia menjelaskan bahwa terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan obesitas, termasuk faktor genetik, ketidakseimbangan hormonal, dan faktor lingkungan. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab obesitas terlebih dahulu, agar penanganan yang tepat dapat diterapkan.
“Sains telah membuktikan bahwa obesitas adalah penyakit kronis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, seperti biologis, genetik, dan lingkungan. Ini sering kali memerlukan konsultasi dengan tenaga medis,” ujar dr. Riyanny.
Sebagai langkah untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada masyarakat, Novo Nordisk Indonesia meluncurkan www.NovoCare.id, sebuah platform yang memberikan akses kepada informasi berbasis sains mengenai obesitas.
“Sekaligus, platform ini juga memungkinkan masyarakat untuk terhubung dengan dokter yang dapat memberikan bantuan dalam penanganan obesitas secara efektif,” tambahnya.
Novo Nordisk telah menunjukkan komitmennya selama lebih dari dua dekade dalam menangani obesitas dan diabetes di Indonesia melalui edukasi, kolaborasi, serta inovasi bersama pemerintah, regulator, tenaga kesehatan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
➡️ Baca Juga: Gol Saka Memperkuat Arsenal, Brighton Tak Berdaya di Kandang Sendiri
➡️ Baca Juga: Polri Anjurkan Pengusaha Lapor ke 110 Jika Mengalami Pemalakan THR oleh Ormas




