Purbaya Undang Pengusaha AS Diskusikan Investasi dan Hal Teknis di Kemenkeu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan peluang bagi para pengusaha asal Amerika Serikat untuk berdiskusi mengenai isu-isu teknis dengan Kementerian Keuangan Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan oleh Purbaya dalam acara Joint Roundtable yang berlangsung di Washington D.C., yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce.
“Forum ini berfungsi sebagai platform strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan AS, serta membuka peluang nyata untuk investasi dan kolaborasi sektor swasta AS di Indonesia,” ungkap Purbaya dalam keterangannya pada Senin, 20 April 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai wakil dari perusahaan-perusahaan terkemuka di AS yang bergerak di sektor keuangan, teknologi, energi, dan kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, Purbaya menjelaskan tentang ketahanan ekonomi Indonesia meskipun dalam situasi ketidakpastian global, serta strategi kebijakan fiskal dalam menghadapi dinamika geopolitik.
Dia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperdalam pasar keuangan, mempercepat digitalisasi sistem pembayaran, serta meningkatkan ketahanan finansial secara keseluruhan.
Selain itu, Purbaya juga memastikan bahwa pemerintah Indonesia akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong transformasi struktural menuju visi menjadi negara berpenghasilan tinggi.
“Reformasi yang konsisten, pengelolaan fiskal yang cermat, serta penguatan investasi merupakan kunci untuk menghadapi ketidakpastian global dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambah Purbaya.
Dalam pertemuan ‘G20 1st Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting’, Purbaya juga menyampaikan bahwa Indonesia telah melakukan reformasi regulasi dan memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Di tengah krisis energi yang disebabkan oleh konflik saat ini, pelajaran yang bisa diambil adalah bahwa ketahanan Indonesia saat ini lahir bukan dari langkah-langkah darurat, melainkan dari reformasi struktural yang sudah diterapkan jauh sebelum krisis ini,” jelas Purbaya.
Dia menekankan bahwa konflik yang terjadi di Timur Tengah memberikan pelajaran penting bahwa efisiensi dalam proses dan perizinan adalah kunci untuk ketahanan energi.
Dalam konteks ini, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) untuk menangani keluhan yang dihadapi dunia usaha menjadi salah satu langkah reformasi penting yang telah diambil oleh Indonesia.
➡️ Baca Juga: Peluang Menghasilkan Uang Secara Online Melalui Konten Digital yang Bernilai Tinggi dan Konsisten
➡️ Baca Juga: Strategi Produktif di Akhir Pekan yang Tetap Mengutamakan Waktu Istirahat




