Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k Depo 10k
berita

Anggaran Rp 5,3 Triliun untuk Melanjutkan Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa alokasi dana sebesar Rp 5,3 triliun dari pagu indikatif OIKN yang mencapai Rp 6,7 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 ditujukan khusus untuk melanjutkan pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif.

“Dari total pagu indikatif tersebut, Rp 5,3 triliun diperuntukkan bagi kelanjutan pembangunan infrastruktur yudikatif dan legislatif. Sementara dana lainnya akan digunakan untuk pengelolaan,” jelas Basuki di Penajam Paser Utara, Selasa.

Pagu indikatif OIKN yang tercantum dalam Nota Keuangan RAPBN 2027 menunjukkan peningkatan sekitar Rp 400 miliar dibandingkan dengan pagu sebelumnya yang berjumlah Rp 6,3 triliun.

Basuki menambahkan bahwa besaran alokasi dana ini sejalan dengan target untuk menyelesaikan berbagai infrastruktur utama di IKN pada tahun 2027.

Anggaran tersebut tidak hanya mencakup pembangunan fisik baru, tetapi juga kebutuhan untuk pengelolaan dan pemeliharaan aset yang sudah ada.

Saat ini, kebutuhan pengelolaan infrastruktur IKN diperkirakan mencapai sekitar Rp 500 miliar setiap tahunnya.

“Angka tersebut dapat meningkat seiring dengan bertambahnya aset yang diserahkan kepada OIKN dari kementerian terkait untuk dikelola,” tambahnya.

Untuk kawasan yudikatif, pembangunan fisik ditargetkan selesai pada 25 Desember 2027. Kawasan ini mencakup gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), Plaza Keadilan, dan Masjid Kawasan.

Sonny Alissa, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) E.4 Satker Pembangunan Infrastruktur OIKN, menyatakan bahwa progres pembangunan kawasan yudikatif ditargetkan mencapai 40 persen hingga akhir tahun ini melalui percepatan pengerjaan struktur, topping off, serta penyelesaian arsitektural, lanskap, dan interior.

Saat ini, paket pembangunan MA dengan nilai kontrak Rp 1,4 triliun telah mencapai progres sebesar 12,5 persen setelah delapan bulan pengerjaan.

Sementara itu, untuk paket pembangunan MK, KY, dan Masjid Kawasan, nilai kontraknya mencapai Rp 1,65 triliun dengan progres 12,41 persen.

Di sisi lain, pembangunan fisik di kawasan legislatif, yang mencakup Gedung DPR, MPR, DPD, Gedung Sidang Paripurna, serta beberapa fasilitas pendukung lainnya, juga ditargetkan selesai pada bulan Desember 2027.

PPK E.3 Satker Pembangunan Infrastruktur OIKN, Alfrits Steeve Willy Makalew, mengonfirmasi bahwa nilai kontrak total untuk lima paket pekerjaan di kawasan legislatif adalah sebesar Rp 8,24 triliun.

Rincian kontrak tersebut mencakup Gedung Sidang Paripurna dengan nilai Rp 1,24 triliun yang saat ini memiliki progres 12,147 persen, Gedung DPR 1 senilai Rp 1,84 triliun dengan progres 11,029 persen, dan DPR 2 senilai Rp 1,96 triliun dengan progres 9,927 persen.

➡️ Baca Juga: Persiapan Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026: Dari Pemilihan Skuad hingga Strategi Perjalanan

➡️ Baca Juga: Minions dan Monsters Dominasi Box Office Selama Liburan 4 Juli 2023

Related Articles

Back to top button