AI Mendorong Transformasi Bisnis Otonom, Usaha Harus Beradaptasi dengan Cepat

Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mendorong perusahaan untuk tidak hanya beradaptasi, tetapi juga melakukan transformasi yang lebih strategis dalam operasional mereka. Dalam era yang serba cepat ini, bisnis dihadapkan pada tantangan untuk tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan yang terus berlangsung.
Dalam konteks ini, PT VADS Indonesia menegaskan komitmennya untuk menyediakan solusi Agentic AI yang terintegrasi, yang dirancang untuk membantu perusahaan di Indonesia. Dengan memanfaatkan Agentic AI, bisnis dapat beroperasi dengan lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih tepat dalam memenuhi kebutuhan pelanggan mereka.
Menurut Idi Amir Ismail, CEO PT VADS Indonesia, pemanfaatan yang tepat dari teknologi ini tidak hanya berfungsi untuk mengotomatisasi proses, tetapi juga memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Hal ini sangat penting bagi perusahaan yang ingin bersaing dan tetap relevan di tengah dinamika bisnis yang terus berubah.
Menjawab tantangan yang dihadapi dunia usaha, PT VADS Indonesia mengadakan acara bertajuk “The Agentic Shift: Orchestrating Business Autonomy” di Jakarta. Pertemuan ini mempertemukan para pemimpin industri, praktisi bisnis, dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk mendiskusikan perkembangan AI dalam dunia bisnis, dengan fokus pada pergeseran dari Generative AI menuju Agentic AI yang diharapkan dapat meningkatkan otonomi dan adaptabilitas bisnis.
Untuk memperkuat komitmen tersebut, sesi pemaparan diisi oleh Danial Zamzamzairani dari TM Global, yang menekankan perlunya infrastruktur yang kuat sebagai dasar untuk implementasi Agentic AI. Konektivitas berkecepatan tinggi, low-latency, serta GPU as a Service (GPUaaS) menjadi komponen penting untuk mendukung penerapan yang dapat diskalakan.
Acara dilanjutkan dengan diskusi panel yang dipandu oleh Deddy Hermansyah, Chief Sales and Marketing Officer PT VADS Indonesia, yang menghadirkan panelis seperti Ratih Aprilia dari Haier Sales Indonesia dan Frank Cho, Regional Sales Director dari AI Rudder. Diskusi ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai peran teknologi dalam proses digitalisasi.
Deddy Hermansyah menambahkan bahwa teknologi hanya menyumbang sekitar 20% dari keseluruhan proses digitalisasi, sedangkan 80% sisanya ditentukan oleh kesiapan operasional dan peran manusia. Kontribusi tenaga ahli di PT VADS juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi teknologi.
Melalui rangkaian sesi interaktif yang ada, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang penerapan AI dalam bisnis. Mereka juga menyadari pentingnya keseimbangan antara teknologi dan aspek operasional untuk mendorong transformasi bisnis yang berkelanjutan dan efektif.
➡️ Baca Juga: Ammar Zoni Ungkap Isi Surat ke Dokter Kamelia Saat Meminta Putus
➡️ Baca Juga: Amalan Penting Sebelum Salat Idul Fitri yang Bermakna dan Tak Boleh Diabaikan




