5 Fakta Tentang Muhammad Sarmuji, Perjalanan dari Aktivis Menjadi Menteri Perindustrian

Jakarta – Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, telah resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian. Pelantikan ini berlangsung bersamaan dengan penunjukan sejumlah pejabat publik lainnya.
Setelah pelantikan tersebut, perhatian publik tertuju pada sosok Muhammad Sarmuji, terutama mengenai latar belakang dan perjalanan kariernya sebagai politisi yang lahir di Surabaya ini.
Berikut adalah lima fakta menarik mengenai Muhammad Sarmuji, Menteri Perindustrian yang baru saja dilantik.
1. Aktif Sebagai Aktivis
Muhammad Sarmuji dikenal sebagai seorang aktivis yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dalam organisasi tersebut, ia menjabat sebagai Ketua Bidang Pembangunan Pemuda dan Olahraga di Pengurus Besar (PB) HMI.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Sarmuji bergabung dengan organisasi pemuda di Partai Golkar. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) dari tahun 2003 hingga 2008.
Selain itu, Sarmuji menjabat sebagai Sekretaris Jenderal DPP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) sejak tahun 2010 dan pernah berperan sebagai Koordinator Staf Ahli Fraksi Partai Golkar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.
2. Anggota DPR, BUMN Hingga Menangani Kesehatan
Muhammad Sarmuji mulai terjun ke dunia politik sebagai anggota DPR pada Pemilu 2014, saat itu ia berusia 40 tahun. Dalam pemilihan tersebut, ia berkompetisi di daerah pemilihan Jawa Timur VI dan berhasil meraih sebanyak 57.586 suara.
Selama masa jabatannya, Sarmuji telah menjalani berbagai tugas di berbagai sektor, mulai dari Komisi VI DPR RI yang membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, usaha kecil dan menengah (UKM), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga standardisasi nasional.
Pada tahun 2015, ia dipindahkan ke Komisi IX DPR RI yang fokus pada ketenagakerjaan dan kesehatan. Kemudian, ia kembali dipindahkan ke Komisi XI DPR RI, yang membahas keuangan, perencanaan pembangunan nasional, serta perbankan.
3. Pendidikan
Pendidikan formal Muhammad Sarmuji dimulai di Surabaya, Jawa Timur. Ia menempuh studi di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Jember (UNEJ). Setelah menyelesaikan studi sarjananya, Sarmuji melanjutkan pendidikan di Program Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar Master di bidang Administrasi Bisnis.
4. Jenjang Karier
Di internal Partai Golkar, Sarmuji telah menjabat dalam berbagai posisi, termasuk sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, posisi yang sebelumnya dipegang oleh Zainudin Amali dan kemudian dilanjutkan oleh Ali Mufthi.
Ia kemudian diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, sebuah posisi strategis yang sebelumnya diisi oleh Lodewijk Freidrich Paulus.
5. Dilantik Jadi Menteri Perindustrian
Muhammad Sarmuji dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian untuk menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Penunjukan ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas dan pengalaman Sarmuji dalam sektor industri.
Pelantikan ini tidak hanya menandai langkah baru dalam karier Sarmuji, tetapi juga membawa harapan baru bagi perkembangan industri di Indonesia. Keberadaan seorang figur dengan latar belakang aktivis dan pengalaman politik yang kuat diharapkan mampu membawa inovasi dan kemajuan bagi sektor industri yang selama ini menjadi pilar penting dalam perekonomian nasional.
Dengan pengalaman yang luas, baik di bidang organisasi maupun pemerintahan, Muhammad Sarmuji diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan memberikan kontribusi yang berarti untuk kemajuan industri di Tanah Air.
➡️ Baca Juga: Menurunkan Kadar Kortisol Secara Efektif Melalui Olahraga Ringan dan Teknik Relaksasi
➡️ Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Purbaya Bahas Anggaran MBG dan Subsidi BBM



