Harta Bupati Tulungagung yang kena OTT KPK Tembus Rp20,3 Miliar: Punya 20 Aset Properti dan Land Cruiser

— Paragraf 1 —
Jakarta, VIVA – Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menjadi sorotan nasional setelah diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Sabtu, 11 April 2026. Kepala daerah yang baru menjabat untuk periode 2025–2030 itu kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK.
— Paragraf 2 —
“Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Sabtu 11 April 2026.
— Paragraf 3 —
Gatut bukan nama baru di dunia politik Tulungagung. Pria kelahiran Tulungagung, 17 Desember 1967, itu mengawali kariernya sebagai pengusaha toko bangunan sebelum terjun ke pemerintahan. Ia sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung, lalu terpilih sebagai bupati dalam Pilkada 2024.
— Paragraf 4 —
Di tengah kasus yang kini menjeratnya, perhatian publik turut tertuju pada laporan harta kekayaan Gatut yang tercatat cukup besar.
— Paragraf 5 —
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 3 Maret 2026 saat awal menjabat, Gatut Sunu Wibowo memiliki total kekayaan sebesar Rp20,3 Miliar, tepatnya Rp20.335.211.000.
— Paragraf 7 —
Porsi terbesar kekayaan Gatut berasal dari aset tanah dan bangunan dengan total nilai Rp14,53 miliar. Ia tercatat memiliki 20 aset properti yang tersebar di sejumlah daerah, terutama di Tulungagung.
— Paragraf 8 —
Beberapa properti bernilai jumbo yang dilaporkannya antara lain:
— Paragraf 9 —
Koleksi Mobil Mewah hingga Armada Truk
— Paragraf 10 —
Untuk kategori alat transportasi dan mesin, Gatut melaporkan aset senilai Rp3.470.500.000.
— Paragraf 11 —
Daftar kendaraannya mencakup:
— Paragraf 12 —
Kepemilikan armada kendaraan niaga dalam jumlah banyak itu disebut berkaitan dengan bisnis bahan bangunan yang telah lama digelutinya.
— Paragraf 13 —
Selain properti dan kendaraan, Gatut juga melaporkan:
➡️ Baca Juga: Dukungan Keluarga: Kunci Utama dalam Pemulihan Trauma Masa Lalu yang Efektif
➡️ Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Brigadir Fajar Usai Menjalani Tugas Pengamanan Idul Fitri




