Mobil Pejabat Era Uni Soviet Kini Diproduksi di China dengan Teknologi Modern

Nama Volga telah lama diasosiasikan dengan kemewahan dan kekuasaan pada masa Uni Soviet. Sedan yang diproduksi oleh GAZ ini menjadi ikon kendaraan bagi pejabat tinggi dan mobil dinas pemerintah, serta memainkan peran penting dalam sejarah industri otomotif Rusia.
Setelah beberapa waktu menghilang dari pasar, Volga kini berusaha untuk bangkit kembali. Namun, seperti yang dilaporkan, kebangkitan ini dilakukan dengan pendekatan yang cukup berbeda dibandingkan dengan masa kejayaannya yang dulu.
Alih-alih memperkenalkan model baru yang sepenuhnya dikembangkan secara mandiri, Volga kini memanfaatkan basis kendaraan dari produsen asal China. Dua model teranyarnya, yaitu C50 dan K50, pada dasarnya merupakan hasil modifikasi dari produk Geely yang sudah lebih dulu dikenal di pasar Tiongkok.
Model pertama yang diperkenalkan adalah Volga K50, sebuah SUV yang tampil hampir serupa dengan Geely Monjaro. Dari desain lampu depan, garis bodi, hingga elemen krom, semua terlihat sangat mirip, dengan perbedaan paling mencolok terletak pada grille dan logo yang kini mencerminkan identitas Volga.
Sementara itu, Volga C50 hadir sebagai sedan yang menggunakan basis dari Geely Preface. Perubahan yang dilakukan pada model ini juga tergolong minim. Secara keseluruhan, desain mobil ini masih mencerminkan tampilan asli dari versi yang ada di China, dengan beberapa sentuhan kecil di bagian depan untuk menyesuaikan dengan identitas merek Volga.
Saat memasuki kabin, terlihat bahwa perubahan hampir tidak ada. Interior Volga C50 tetap mempertahankan desain modern yang menjadi ciri khas Geely, termasuk setir empat palang, panel instrumen digital, dan layar infotainment yang terorientasi secara vertikal.
Dari segi performa, sedan ini dilengkapi dengan mesin 2.0 liter turbo yang menawarkan dua pilihan tenaga, yaitu 150 daya kuda dan 200 daya kuda. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi dual-clutch dengan tujuh percepatan, yang memberikan pengalaman berkendara yang responsif.
Kembalinya Volga ke pasar tidak lepas dari dinamika besar yang terjadi dalam industri otomotif di Rusia. Dengan banyaknya produsen dari Barat yang memilih untuk hengkang, termasuk Volkswagen dan Skoda, segmen kendaraan penumpang mengalami kekosongan yang cukup signifikan.
Kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali merek lokal, meskipun dengan pendekatan kolaborasi bersama pabrikan dari China. Menariknya, kedua model terbaru Volga ini akan diproduksi di bekas pabrik Volkswagen Group yang terletak di Nizhny Novgorod, menandai langkah baru dalam sejarah panjang merek ini.
➡️ Baca Juga: Pemangkasan 1.585 Pegawai, Purbaya Tegaskan Risiko Kegagalan Pengelolaan Fiskal
➡️ Baca Juga: Olahraga: Musik Global Peringatkan Risiko Global



