Setahun Menjadi Menteri Keuangan, Purbaya Ungkap Penurunan Berat Badan 14 Kg

Jakarta – Setelah satu tahun menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ia merasakan betul tantangan dalam mengelola keuangan negara. Jabatan ini tidak hanya menuntut kecakapan dalam bidang ekonomi, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan yang datang bersamaan dengan tekanan yang meningkat di sektor ekonomi.
Selama menjalani perannya sebagai bendahara negara, Purbaya mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 14 kilogram. Hal ini menjadi cerminan dari beban pekerjaan yang harus dipikulnya dalam mengatur dan menyeimbangkan anggaran negara.
Purbaya resmi mengambil alih posisi Menteri Keuangan pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani. Saat mulai menjabat, berat badannya tercatat mencapai 102 kilogram. Dalam perjalanan karirnya sebagai menteri, ia mengalami penurunan berat hingga mencapai 88 kilogram, yang menunjukkan dampak langsung dari kesibukannya.
Saat ini, berat badan Purbaya berada di kisaran 97-98 kilogram. Ia melihat perubahan ini sebagai indikasi yang jelas tentang tantangan dan beban kerja yang dihadapinya selama setahun terakhir ini.
“Kalau dilihat dari fisik saya, saat menjabat menteri saya beratnya mencapai 102 kilogram, kini sekitar 97-98 kilogram. Bahkan sempat turun hingga 88 kilogram. Ini membuktikan bahwa pekerjaan di Kementerian Keuangan memang sangat menantang,” ungkap Purbaya saat berbincang dengan media di Jakarta Pusat, pada 8 September 2026.
Meski menghadapi tantangan yang cukup berat, Purbaya mengaku menikmati perannya sebagai Menteri Keuangan. Dengan latar belakangnya sebagai ekonom, ia melihat posisi ini sebagai kesempatan untuk menerapkan teori-teori ekonomi yang telah dipelajarinya dalam praktik nyata melalui kebijakan pemerintah.
“Yang paling menyenangkan bagi saya, seorang ilmuwan ekonomi, adalah dapat menguji teori-teori di lapangan secara langsung. Melihat hasil yang sesuai dengan prediksi atau rencana yang telah dibuat, itu sangat menarik,” tambahnya.
Purbaya menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini belum mencapai puncaknya. Namun, ia optimis bahwa perekonomian nasional mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan setelah bertahun-tahun stagnan di sekitar angka 5 persen.
Menurut Purbaya, Indonesia telah berhasil keluar dari apa yang selama ini dikenal sebagai “kutukan pertumbuhan 5 persen”. Ini merupakan langkah penting bagi perekonomian negara yang telah berjuang untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih signifikan.
Ia memaparkan data menarik yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen. Tren positif ini berlanjut pada kuartal I 2026 dengan pertumbuhan yang meningkat menjadi 5,61 persen.
Namun, momentum pertumbuhan ini sedikit terhambat pada kuartal II 2026, di mana pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,29 persen. Purbaya menjelaskan bahwa perlambatan ini tidak hanya disebabkan oleh kondisi domestik, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika konflik global yang sedang berlangsung.
➡️ Baca Juga: DJP Percepat Proses Restitusi Pajak untuk Wajib Pajak dengan Kepatuhan Tinggi
➡️ Baca Juga: Raymond dan Joaquin Siap Hadapi Tantangan Sebagai Wakil Indonesia di Semifinal All England 2026



