Jembatan Darat Pertama Rusia-Korea Utara Resmi Dibuka, Dinamai Perwira Soviet Pahlawan Korut

Rusia dan Korea Utara baru saja meresmikan jembatan darat pertama mereka pada hari Senin, sebagai langkah untuk memperkuat hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi di antara kedua negara.
Menurut laporan dari kantor berita Tass, pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari beberapa kesepakatan yang dihasilkan saat pertemuan antara Presiden Rusia, Vladimir Putin, dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, di Pyongyang pada bulan Juni 2024.
Pada kesempatan tersebut, kedua pemimpin menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang komprehensif, yang bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk ekonomi dan keamanan.
Upacara peresmian jembatan yang melintasi Sungai Tumen ini dihadiri oleh Perdana Menteri Rusia, Mikhail Mishustin, dan Perdana Menteri Korea Utara, Pak Thae Song, yang terhubung melalui video conference.
Jembatan ini dinamai setelah Yakov Novichenko, seorang perwira Soviet yang dikenal karena jasanya dalam menyelamatkan Kim Il Sung, pendiri Korea Utara, dari upaya pembunuhan yang pernah terjadi.
Sebelumnya, jembatan ini telah berfungsi sebagai jalur kereta api penghubung antara Rusia dan Korea Utara. Namun, kapasitas jalur kereta api tersebut kini dianggap tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan transportasi yang semakin meningkat.
Jembatan baru ini dirancang untuk memfasilitasi lalu lintas sepanjang tahun, memberikan akses yang lebih baik dan efisien antara kedua negara.
Dengan panjang keseluruhan hampir mencapai 5 kilometer dan panjang jembatan itu sendiri sekitar 1 kilometer, infrastruktur ini menjadi vital bagi pengembangan hubungan bilateral.
Diharapkan, jembatan darat Rusia-Korea Utara ini akan memungkinkan para pelaku usaha dari kedua negara untuk secara signifikan meningkatkan volume pengangkutan barang dan menekan biaya transportasi, sekaligus menjamin pasokan produk yang andal dan stabil.
➡️ Baca Juga: Teuku Zacky Jelaskan Makna Nama Baru di Tengah Isu Pindah Agama
➡️ Baca Juga: Menkeu Purbaya Kurangi Anggaran BGN Setelah Pengadaan Motor Listrik




