pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k Depo 10k
otomotif

Pentingnya Mengganti Airbag Mobil dengan Benar untuk Keamanan Berkendara Anda

Airbag adalah fitur keselamatan yang sangat penting dalam kendaraan, dirancang untuk melindungi pengemudi serta penumpang di saat terjadi kecelakaan. Namun, pemilik mobil harus sangat hati-hati saat melakukan penggantian komponen ini, terutama ketika menggunakan suku cadang pengganti yang asal-usulnya tidak jelas.

Peringatan mengenai penggantian airbag ini kembali menjadi sorotan di Amerika Serikat setelah regulator menemukan kasus kematian yang terkait dengan inflator airbag pengganti. Dalam laporan dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) yang dirilis pada 8 September 2026, tercatat sebanyak 11 orang telah kehilangan nyawa dan tiga lainnya mengalami cedera serius dalam 14 kecelakaan yang melibatkan inflator yang bermasalah.

Masalah tersebut bukan berasal dari airbag yang dipasang pabrik, tetapi akibat inflator pengganti yang digunakan setelah airbag asli kendaraan mengalami pengembangan akibat kecelakaan. Komponen yang dikenal dengan identitas DTN60DB ini diduga telah masuk ke AS secara ilegal dan dianggap memiliki cacat dalam hal keselamatan.

Kendala muncul ketika airbag diharuskan berfungsi dalam situasi kecelakaan. Alih-alih mengembang untuk melindungi pengemudi, inflator yang bermasalah dapat pecah dan melepaskan serpihan logam dengan kecepatan tinggi yang dapat melukai pengemudi.

NHTSA melaporkan bahwa semua kasus yang tercatat terjadi pada kendaraan yang airbag depannya telah diganti, dan mayoritas penggantian tersebut terjadi setelah mobil mengalami kecelakaan sebelumnya. Oleh karena itu, pembeli mobil bekas dianjurkan untuk lebih berhati-hati terhadap kendaraan yang memiliki riwayat tabrakan dan penggantian airbag.

Pemilik mobil yang pernah mengalami kecelakaan hingga airbag mengembang disarankan untuk memastikan bahwa penggantian dilakukan dengan komponen yang sesuai dan berasal dari sumber yang terpercaya. Pengecekan dapat dilakukan di bengkel resmi dari merek kendaraan atau bengkel independen yang memiliki reputasi baik dalam hal perbaikan.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa calon pembeli mobil bekas perlu mengetahui riwayat kendaraan sebelum melakukan transaksi. Informasi mengenai kecelakaan sebelumnya, status total loss kendaraan, serta perbaikan yang dilakukan di bengkel nonresmi sangat penting untuk memastikan bahwa sistem keselamatan kendaraan masih memenuhi standar yang ditetapkan.

Selain itu, pemilik mobil sangat disarankan untuk tidak mencoba membongkar atau memeriksa sistem airbag sendiri. NHTSA telah memperingatkan bahwa upaya perbaikan pada sistem airbag dapat menyebabkan komponen tersebut mengembang secara tidak terduga dan berpotensi menyebabkan cedera serius.

➡️ Baca Juga: Pinkan Mambo Tantang Fans untuk Foto Bareng: Buktikan Komitmen Anda!

➡️ Baca Juga: Rencana Strategis Barcelona untuk Musim Depan Terungkap Secara Mendetail

Related Articles

Back to top button