IHSG Berbalik Arah, Terkoreksi 0,75% Setelah Menguat 1% Menuju Level 6.200-an

IHSG harus menutup sesi perdagangan pada hari Rabu, 7 Oktober 2026, dengan hasil yang kurang menggembirakan, berada di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan ini mengalami pembalikan arah setelah sebelumnya mencatatkan penguatan lebih dari 1 persen di awal sesi.
Penutupan IHSG tercatat turun sebesar 0,75 persen atau setara dengan 46,20 poin, mengarah ke level 6.200-an. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang semakin meningkat hingga akhir sesi perdagangan.
Pergerakan IHSG pada hari itu cukup dinamis. Indeks sempat menunjukkan penguatan yang signifikan pada awal perdagangan, namun tidak mampu mempertahankan momentum tersebut hingga penutupan.
Tekanan pada sejumlah saham berkapitalisasi besar berkontribusi terhadap penutupan indeks yang melemah.
Meskipun IHSG mengalami penurunan, aktivitas perdagangan saham justru menunjukkan angka yang cukup tinggi. Total nilai transaksi di pasar modal melonjak menjadi Rp36,2 triliun.
Lonjakan nilai transaksi ini sebagian besar dipengaruhi oleh aktivitas di pasar negosiasi untuk saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Selama perdagangan pada hari Rabu, total jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 48,4 miliar lembar. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat mencapai 1,53 juta kali.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, mayoritas diakhiri dengan hasil yang negatif.
Sebanyak 390 saham tercatat mengalami penurunan hingga penutupan perdagangan. Di sisi lain, hanya 280 saham yang berhasil mencatatkan penguatan, sementara 162 saham lainnya stagnan.
Komposisi tersebut menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup luas di pasar saham di akhir sesi perdagangan hari ini.
Salah satu saham yang memberikan kontribusi negatif utama terhadap pergerakan IHSG adalah BYAN. Saham emiten di sektor pertambangan ini mengalami penurunan yang cukup signifikan pada hari itu.
Harga saham BYAN tercatat merosot sebesar 6,69 persen, yang memberikan dampak negatif sebesar 14,78 poin terhadap IHSG.
Selain BYAN, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga menjadi salah satu saham yang memberikan tekanan pada indeks. Saham BBCA mengalami penurunan sebesar 0,82 persen yang berdampak negatif sebesar 4,56 poin terhadap IHSG.
Namun, tidak semua saham berkapitalisasi besar bergerak ke arah negatif. Beberapa saham justru berhasil memberikan kontribusi positif terhadap indeks.
Contohnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) berhasil mencatatkan kenaikan sebesar 0,96 persen. Kenaikan ini memberikan tambahan sebesar 4,43 poin terhadap IHSG.
➡️ Baca Juga: Houthi: Identitas Kelompok Sekutu Iran di Yaman yang Mengancam Perdagangan Laut Merah
➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia Terima Kabar Buruk dari FIFA Menjelang Pertandingan Melawan Malaysia




