Menhaj: Arab Saudi Jamin Keamanan Ibadah Jemaah Umrah di Setiap Langkah

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa Pemerintah Arab Saudi telah menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan ibadah umrah bagi jemaah, meskipun terdapat peningkatan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Irfan menyatakan, “Kondisi keamanan di Arab Saudi, khususnya di wilayah Jeddah, Makkah, dan Madinah, saat ini tergolong aman dan stabil. Jemaah umrah yang berada di daerah tersebut dapat menjalankan ibadah mereka dengan tenang dan tanpa mengalami gangguan berarti.” Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII di Jakarta pada hari Rabu.
Ia menjelaskan bahwa situasi konflik yang meningkat di Timur Tengah berpengaruh terhadap stabilitas keamanan di kawasan tersebut, serta berdampak pada aktivitas penerbangan internasional. Beberapa negara di wilayah itu telah menutup ruang udara mereka, terutama di jalur yang sering digunakan untuk penerbangan internasional menuju kawasan Teluk.
“Penutupan ruang udara ini menyebabkan sejumlah penerbangan internasional mengalami gangguan, terutama penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di Timur Tengah,” tambah Irfan.
Akibat dari kondisi ini, baik keberangkatan maupun kepulangan jemaah umrah, khususnya yang menggunakan penerbangan transit, mengalami kendala.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa berdasarkan informasi dari perwakilan pemerintah dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, situasi keamanan di kota-kota utama tujuan ibadah tetap dalam keadaan aman.
Hingga laporan terakhir yang diterima pada 11 Maret 2026, tercatat sekitar 50.374 jemaah umrah masih berada di Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sekitar 14.115 orang berpotensi mengalami keterlambatan dalam kepulangan mereka akibat gangguan pada penerbangan.
“Kami telah menghubungi seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) terkait untuk memastikan bahwa penanganan jemaah berjalan dengan baik,” ujar Irfan.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk menunda keberangkatan ibadah umrah, seiring dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan, “Saat ini, terkait dengan keberangkatan umrah, kami masih mengeluarkan imbauan untuk menunda keberangkatan, mengingat situasi konflik yang tidak menentu.”
Dahnil menambahkan bahwa imbauan ini merupakan langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan bagi warga negara Indonesia yang berencana berangkat ke Tanah Suci.
➡️ Baca Juga: Komdigi Kasih Sinyal Dorong World Hapus 500 Ribu Data Retina Warga RI
➡️ Baca Juga: Kesehatan: Film Lokal Buka Peluang Investasi




