Wakapolri: Humas Polri Perkuat Kebenaran di Tengah Arus Informasi yang Deras

Divisi Humas Polri berperan sebagai ujung tombak dalam menghadapi tantangan informasi yang berkembang pesat di era digital. Dalam situasi di mana informasi sering kali tidak terverifikasi, kehadiran Humas sangat penting untuk memastikan masyarakat menerima berita yang benar, akurat, dan dapat diandalkan.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, pada Selasa, 14 April 2026.
Wakapolri menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Divhumas Polri semakin kompleks, terutama dengan maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi di dunia maya.
“Di tengah derasnya arus informasi, Humas Polri tidak hanya bertugas untuk menyampaikan berita, tetapi juga memastikan bahwa informasi yang diterima masyarakat adalah kebenaran,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa di era media sosial saat ini, informasi dapat menyebar jauh lebih cepat daripada proses verifikasi yang diperlukan. Hal ini dapat menimbulkan keresahan di kalangan publik jika tidak diimbangi dengan komunikasi yang cepat, tepat, dan terpercaya.
Dedi juga menegaskan bahwa tanpa keberadaan Humas yang kuat, masyarakat akan sangat rentan terhadap informasi yang menyesatkan, yang pada gilirannya dapat memicu kepanikan dan konflik sosial.
“Informasi yang salah dapat menciptakan keresahan, sementara informasi yang benar mampu menjaga ketenangan. Di sinilah peran Humas menjadi sangat krusial,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Divhumas Polri telah mengadopsi sistem komunikasi modern yang berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan big data dan kecerdasan buatan (AI). Ini bertujuan untuk mendeteksi, menganalisis, dan memberikan respons terhadap isu-isu secara cepat dan akurat.
Kemampuan ini memungkinkan Humas Polri tidak hanya untuk melakukan klarifikasi, tetapi juga untuk mengantisipasi potensi penyebaran disinformasi sebelum menyebar luas di masyarakat.
Sebagai mantan Kadiv Humas Polri, Dedi menggarisbawahi bahwa perang informasi di era digital merupakan tantangan nyata yang harus ditangani dengan serius oleh institusi Polri, di mana Humas memegang peranan sentral dalam menjaga stabilitas informasi publik.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Humas Polri bukan sekadar fungsi komunikasi institusi, melainkan juga merupakan bagian dari upaya negara untuk melindungi masyarakat dari dampak negatif informasi yang tidak benar.
Dalam penutup arahannya, Dedi mengingatkan seluruh jajaran Humas Polri untuk terus meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan kredibilitas dalam menyampaikan informasi kepada publik.
➡️ Baca Juga: Warga Amerika Serikat Menuntut Proses Pemakzulan Terhadap Trump Segera Dilakukan
➡️ Baca Juga: Nassar Menggelar Konser Malam Ramadhan yang Ramai, Penonton Membludak di Lokasi




