AS Tegaskan Tidak Melakukan Blokade di Selat Hormuz Meski Ada 14 Kapal Balik Arah

Blokade yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Iran mencakup semua kapal yang berlayar menuju atau keluar dari pelabuhan Iran, tanpa memandang kewarganegaraan. Hal ini disampaikan oleh Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, pada hari Kamis, 16 April 2026.
“Perlu saya tegaskan, blokade ini mencakup semua jenis kapal, tanpa memandang asal negara, yang beroperasi di atau keluar dari pelabuhan Iran,” jelas Caine dalam sebuah sesi briefing di Pentagon.
Ia menekankan bahwa langkah tersebut ditujukan untuk menargetkan pelabuhan serta garis pantai Iran, dan bukan Selat Hormuz itu sendiri. Penegakan hukum akan dilakukan di perairan teritorial Iran serta di perairan internasional. “Tindakan AS ini adalah blokade terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran, bukan terhadap Selat Hormuz,” ungkapnya.
Caine juga menambahkan bahwa angkatan bersenjata AS akan mengejar kapal-kapal yang berada di luar wilayah tersebut jika kapal-kapal itu memberikan dukungan kepada Iran. “Pasukan gabungan… akan secara aktif menindak kapal berbendera Iran atau kapal lain yang berupaya memberikan dukungan material kepada Iran,” tegasnya.
Hal ini termasuk kapal-kapal yang dikenal sebagai “armada gelap,” yang digunakan untuk mendistribusikan minyak Iran secara ilegal, ia menambahkan.
Lebih dari 10.000 personel militer AS, puluhan kapal, dan banyak pesawat terlibat dalam operasi ini. Caine mengungkapkan bahwa operasi ini mencakup jet tempur, pesawat pengintai, helikopter, dan pasukan lain yang beroperasi di atas kapal, termasuk pesawat tanker yang menyediakan bahan bakar di udara.
Penegakan blokade umumnya dipimpin oleh kapal perusak Angkatan Laut, menurut informasi dari Caine. Gugus Tempur USS Abraham Lincoln juga sedang berada di kawasan tersebut.
Caine menginformasikan bahwa seorang perwira muda Angkatan Laut, yang biasanya bertugas di anjungan kapal perusak, akan mengirimkan pesan kepada kapal-kapal yang melintas, dengan peringatan bahwa “jangan coba-coba menerobos blokade ini. Kapal yang melintas ke atau dari pelabuhan Iran akan diperiksa dan bisa disita. Mereka harus berbalik atau bersiap untuk diperiksa. Jika Anda tidak mematuhi blokade ini, kami tidak akan ragu untuk menggunakan kekuatan.”
Blokade ini mulai diberlakukan setelah serangkaian pembicaraan diplomatik yang panjang antara AS dan Iran di Pakistan, yang diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan. Namun, kedua belah pihak tidak berhasil mencapai kesepakatan yang diinginkan.
➡️ Baca Juga: Ketua Ombudsman RI Ditangkap Kejagung Setelah Dilantik, Kini Menggunakan Rompi Tahanan
➡️ Baca Juga: Tega! Pria Ini Curi Motor Ustaz dan Maling 5 HP Santri di Sukabumi




