Konflik Timur Tengah Dorong Kenaikan Harga Plastik, Pemerintah Usulkan Solusi Efektif

Jakarta – Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa lonjakan harga plastik di pasar disebabkan oleh meningkatnya ketegangan konflik di Timur Tengah.
Prasetyo memberikan penjelasan bahwa pemerintah memahami bahwa dinamika geopolitik global memiliki dampak signifikan terhadap rantai pasokan serta harga berbagai komoditas di dalam negeri.
“Peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain akan berimbas pada kondisi di negara kita dan memengaruhi banyak sektor. Jika kita melihat sektor bahan bakar minyak, misalnya, maka banyak komoditas lain yang juga merasakan dampaknya, salah satunya adalah harga plastik,” ungkap Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 8 April 2026.
Menanggapi situasi ini, Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berdiam diri. Ia menyatakan bahwa pemerintah secara rutin melakukan pemantauan terhadap harga komoditas setiap harinya.
“Pemerintah terus menerus memonitor seluruh komoditas yang terdampak oleh kenaikan harga di tingkat global,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prasetyo menyatakan bahwa koordinasi antar kementerian terus dilakukan untuk merumuskan langkah-langkah mitigasi terhadap dampak dari kenaikan harga tersebut.
“Termasuk hari ini, kami melakukan koordinasi dengan Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, serta Menteri Ekonomi untuk terus memantau dan mencari solusi bagi seluruh permasalahan yang berdampak pada masyarakat,” jelas Prasetyo.
Selain itu, Prasetyo juga mengharapkan agar ketegangan yang terjadi di Timur Tengah segera mereda sehingga harga komoditas di dalam negeri dapat kembali normal.
“Oleh karena itu, kami berharap agar situasi ini menurun, sehingga harga pasokan dari dunia bisa kembali stabil,” tutup Prasetyo.
➡️ Baca Juga: Ulasan Singkat Earphone Olahraga Tahan Keringat untuk Pengalaman Mendengarkan Optimal
➡️ Baca Juga: Rahasia Cara Mendapatkan Uang dari Internet Tanpa Modal Besar




