Mobil Listrik Mendorong Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan di MUF

Jakarta – Tren kendaraan yang ramah lingkungan kini mulai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sektor pembiayaan otomotif di tanah air. Dengan semakin meluasnya pilihan mobil listrik dan hybrid di pasaran, kebutuhan untuk pembiayaan kendaraan jenis ini pun berkembang pesat.
PT Mandiri Utama Finance (MUF) melaporkan bahwa penyaluran pembiayaan untuk kendaraan listrik dan hybrid pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp2,49 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, dengan pertumbuhan mencapai 99 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Dapot Parasian S. Sinaga, yang menjabat sebagai Direktur sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Utama MUF, mengungkapkan bahwa kontribusi dari pembiayaan kendaraan elektrifikasi kini mulai memberikan dampak positif terhadap total portofolio perusahaan.
“Pembiayaan untuk kendaraan listrik dan hybrid saat ini berkontribusi sekitar 10 persen dari total penyaluran pembiayaan yang kami lakukan,” kata Dapot dalam acara Media Gathering Ramadan 1447 H yang berlangsung di Jakarta Selatan, seperti yang dilaporkan pada Minggu, 8 Maret 2026.
Kenaikan yang terjadi mencerminkan pergeseran tren dalam pasar otomotif nasional, di mana konsumen mulai mempertimbangkan kendaraan dengan teknologi elektrifikasi sebagai alternatif yang viable terhadap kendaraan konvensional yang telah ada.
Namun demikian, pembiayaan untuk kendaraan bermesin konvensional masih tetap memegang peranan penting dalam industri ini. Segmen mobil tetap menjadi pilar utama dalam pembiayaan kendaraan, terutama menjelang musim mudik Lebaran, di mana kebutuhan mobilitas keluarga biasanya meningkat secara signifikan.
Di sisi lain, sepeda motor tetap menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk keperluan sehari-hari karena dinilai lebih praktis dan ekonomis dalam hal penggunaan.
Menghadapi tahun 2026, MUF berkomitmen untuk terus menjaga pertumbuhan pembiayaan yang sehat dengan menerapkan strategi ekspansi yang lebih selektif. Perusahaan juga berupaya untuk memperkuat manajemen risiko agar kualitas pembiayaan tetap terjaga di tengah fluktuasi kondisi ekonomi yang ada.
➡️ Baca Juga: Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Terjaring Operasi Saat Mengisi Daya Mobil Listrik
➡️ Baca Juga: Peluang Karier dalam Dunia AI dan Masa Depan



