Kebiasaan Suami Clara Shinta Menjadi Sorotan Setelah Kasus VCS Terungkap

Jakarta – Clara Shinta kembali menjadi topik hangat perbincangan publik setelah mengungkap dugaan perselingkuhan suaminya, Muhammad Alexander Assad. Isu ini mencuat ketika Clara membagikan bukti yang menunjukkan suaminya terlibat dalam Video Call Se* (VCS) dengan wanita lain.
Di tengah viralnya kasus ini, banyak warganet yang kembali mengingat pernyataan lama Clara mengenai dinamika dalam rumah tangganya. Salah satu yang paling mencolok adalah kebiasaan suaminya yang lebih sering menghabiskan waktu menonton drama Cina atau dracin. Mari kita simak lebih lanjut tentang hal ini!
Momennya diungkapkan Clara saat ia menjadi bintang tamu dalam podcast yang dipandu oleh Denny Sumargo beberapa waktu lalu. Dalam sesi tersebut, ia menyatakan bahwa konflik yang muncul dalam hubungan mereka terbilang sederhana namun sering kali berdampak besar secara emosional.
“Konflik kami itu seputar hal yang sama, dan dia sering kali lebih memilih menonton drama Cina di malam hari. Itu menjadi inti dari masalah kami,” ujar Clara Shinta dalam ungkapannya yang dikutip pada Senin, 30 Maret 2026.
Bagi Clara, kebiasaan suaminya itu membuatnya merasa kurang diperhatikan sebagai pasangan. Ia pun pernah menyampaikan pernyataan yang cukup tajam terkait perasaannya tersebut.
“Ya, aku merasa tidak suka. Sampai-sampai aku bilang, aku lebih baik menjadi drama Cina daripada menjadi istri kamu,” tuturnya.
“Dia memang sesekali memperhatikan aku, tetapi lebih sering terfokus pada drama Cina yang hanya berlangsung 30 detik,” tambahnya.
Kebiasaan itu tidak hanya muncul di rumah, tetapi juga terjadi ketika mereka bersama di luar, termasuk saat berada dalam mobil.
“Contohnya, saat di mobil, dia akan menggenggam tanganku dari berangkat hingga pulang, tetapi dia tidak memperhatikan aku, tidak mengajak ngobrol, karena lebih tertarik menonton drama Cina,” katanya.
Di sisi lain, Clara juga mengungkapkan adanya perbedaan yang signifikan dalam cara mereka mengekspresikan kasih sayang. Hal ini berkontribusi pada ketidakpuasan emosional dalam hubungan mereka.
“Bahasa cinta suami adalah fisik, sedangkan aku lebih suka berbicara. Jadi, kami tidak bisa saling memahami,” jelasnya.
Perbedaan ini berdampak pada kualitas waktu yang mereka habiskan bersama, yang menurut Clara sangat krusial dalam suatu hubungan.
“Aku sangat menghargai waktu berkualitas, tetapi dia tidak memenuhi kebutuhan itu,” tambahnya.
➡️ Baca Juga: Sosial: UNESCO Prediksi Tren 2025
➡️ Baca Juga: Hari Kartini Pertama Kali Ditetapkan oleh Soekarno: Simak Sejarah Lengkapnya di Sini




