Trump Tegaskan Sanksi bagi Negara NATO yang Menolak Dukungan Perang Melawan Iran

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam terhadap beberapa negara sekutu NATO yang membatasi akses Angkatan Bersenjata AS ke pangkalan militer mereka. Dalam konteks ini, Trump mempertimbangkan untuk memberlakukan sanksi terhadap sekutu-sekutu NATO yang dianggap tidak memberikan dukungan yang cukup selama ketegangan dengan Iran, termasuk opsi untuk menarik pasukan AS dari negara-negara tersebut.
Sumber-sumber yang dekat dengan pertemuan antara Trump dan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengungkapkan bahwa kemarahan Trump muncul dalam diskusi mereka. Meskipun demikian, rincian lebih lanjut mengenai langkah-langkah konkret yang akan diambil masih belum jelas, termasuk negara mana yang kemungkinan akan terkena dampak jika keputusan untuk melaksanakan rencana tersebut diambil.
Ketika ditanya tentang kemungkinan sanksi terhadap sekutu-sekutu NATO yang tidak mengindahkan permintaan Trump, seorang pejabat Gedung Putih mengarahkan perhatian pada pernyataan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Rubio sebelumnya mengkritik keputusan untuk terus menempatkan pasukan di Eropa jika AS tidak diizinkan untuk menggunakan pangkalan yang dikelola bersama saat dibutuhkan.
Rubio menyatakan, “Mengapa kita berada di NATO? Pertanyaan ini harus diajukan. Mengapa kita mengeluarkan triliunan dolar dan menempatkan semua pasukan Amerika di wilayah ini, jika ketika kita memerlukan dukungan, kita dilarang menggunakan pangkalan tersebut?” Ungkapan ini disampaikan Rubio dalam sebuah wawancara dengan Fox News di awal bulan April.
Informasi mengenai kemungkinan tindakan Gedung Putih untuk menghukum sekutu NATO dengan memindahkan pasukan pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal.
Setelah pertemuannya dengan Trump, Rutte menanggapi isu tersebut dengan menyatakan bahwa beberapa sekutu mungkin lambat dalam memberikan dukungan untuk Operasi Epic Fury. Ia menekankan pentingnya dukungan Eropa dan mengakui bahwa beberapa negara dapat dimaklumi karena keterlambatan mereka, mengingat sifat mendesak konflik ini.
Rutte mengungkapkan, “Mari kita pertimbangkan situasi terkini saat AS memerlukan dukungan logistik dan bantuan lainnya di Iran. Beberapa sekutu mungkin agak lambat, setidaknya menurut pandangan saya. Mereka juga tampaknya terkejut dengan situasi ini.” Pernyataan ini disampaikan oleh Rutte di Institut Reagan di Washington.
Kemarahan Trump terhadap negara-negara seperti Prancis dan Spanyol dilaporkan menjadi fokus utama diskusi dengan Sekretaris Jenderal NATO di Gedung Putih. Meskipun demikian, Trump tidak memberikan rincian mengenai langkah-langkah konkret yang akan diambil terhadap negara-negara tersebut.
➡️ Baca Juga: PS5 vs Series X: Beda 5 FPS Doang Kok Bisa Rame Banget di Twitter?
➡️ Baca Juga: Teknik Backhand Drive: Strategi Efektif Menguasai Area Tengah Lapangan



