pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k Depo 10k
berita

Rampungkan Rakortas Wilayah Makassar, Gema Bangsa Siapkan Strategi Pemenangan Dapil

Partai Gerakan Kemandirian Bangsa (Gema Bangsa) baru saja menyelesaikan rangkaian Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) yang diadakan di Makassar, Sulawesi Selatan. Ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi partai menjelang pemilihan umum yang akan datang.

Rakortas ini mengusung tema “Konsolidasi Untuk Kemandirian Bangsa,” yang menunjukkan bahwa partai telah melakukan pemetaan kekuatan dari seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menjadi tanda kesiapan partai dalam menghadapi proses verifikasi administrasi dan faktual, sekaligus memperkuat strategi pemenangan pemilu yang berbasis data serta penguatan di tingkat daerah pada tanggal 12 September 2026.

Acara yang berlangsung selama dua hari, dari 12 hingga 13 September 2026, dihadiri oleh pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dari beberapa provinsi, termasuk Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara. Kehadiran mereka menunjukkan solidaritas dan komitmen terhadap tujuan bersama.

Rakortas di Makassar ini melengkapi serangkaian kegiatan sebelumnya yang telah dilaksanakan di berbagai daerah. Mulai dari Papua, di mana rakortas pertama dilaksanakan pada 25 Juli 2026, lalu dilanjutkan di Pulau Jawa pada 19 Agustus 2026, dan di wilayah Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, serta Sumatra pada 2-3 September 2026 di kantor DPP Gema Bangsa di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, menekankan pentingnya perjuangan politik yang dilakukan secara konstitusional untuk mengembalikan kekuasaan kepada rakyat.

Dalam menghadapi berbagai tantangan nasional yang kompleks saat ini, Rofiq melihat momen ini sebagai kesempatan untuk partai dalam memperjuangkan desentralisasi politik secara nyata, bukan hanya bersifat sentralistik. Dia menegaskan bahwa desentralisasi politik sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ada di daerah.

“Negara kita menghadapi banyak masalah. Ini adalah momentum bagi kita untuk tampil berani dalam memperjuangkan desentralisasi politik yang akan membantu mengatasi kegaduhan dan isu-isu di daerah. Desentralisasi politik adalah jiwa sekaligus kunci bagi kita untuk menciptakan perubahan positif bagi politisi dan iklim politik lokal yang selama ini belum diberikan oleh partai lain,” ujarnya.

Bagi Rofiq, langkah awal yang perlu diambil adalah melakukan identifikasi masalah secara mendalam dan membangun refleksi yang komprehensif di dalam partai. Hal ini dianggap penting untuk memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pemetaan masalah di setiap daerah menjadi hal yang sangat krusial agar setiap upaya politik yang dilakukan dapat bersinergi dengan kebutuhan nyata masyarakat dan tidak hanya menjadi wacana yang terbatas pada kalangan elit.

“Identifikasi permasalahan ini harus menjadi landasan reflektif bagi kita untuk mempercepat gerakan partai dengan optimisme dan konsistensi,” tambahnya.

Dengan pendekatan yang lebih berbasis fakta dan kebutuhan masyarakat, Gema Bangsa berkomitmen untuk menjaga relevansi dan keberlanjutan perjuangan politiknya. Partai ini berharap dapat menjadi pilihan yang tepat bagi masyarakat yang menginginkan perubahan nyata dalam sistem politik di daerah mereka.

Melalui Rakortas di Makassar, Gema Bangsa tidak hanya menyiapkan strategi pemenangan yang lebih terarah, tetapi juga berupaya untuk menyiapkan kader-kader yang siap menghadapi tantangan di lapangan. Dengan semangat ini, partai berharap dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

➡️ Baca Juga: Diplomasi ASEAN Krisis Imigran: Upaya Kolektif Mengatasi Tantangan Kemanusiaan

➡️ Baca Juga: Toyota Indonesia Investasikan Rp1,3 Triliun untuk Produksi Baterai Mobil Hybrid

Related Articles

Back to top button