Pembagian Kementerian di Bawah Kemenko Hilirisasi Sedang Dalam Proses Penggodokan Pemerintah

Pemerintah saat ini sedang dalam tahap pembahasan terkait pembagian kementerian teknis yang akan berada di bawah naungan Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Struktur koordinasi yang akan diterapkan di kementerian koordinator ini belum secara resmi ditentukan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa pembahasan tentang pembagian kementerian teknis akan dilakukan lebih mendalam melalui tim teknis yang akan membahas struktur organisasi dan tata kerja (SOTK).
“Nantinya akan ada tim teknis untuk SOTK,” ungkap Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Pembahasan ini merupakan bagian dari penataan struktur pemerintahan setelah terbentuknya Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Airlangga menambahkan bahwa pemerintah masih belum memutuskan kementerian teknis mana yang akan berada dalam koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Menurutnya, diskusi mengenai pembagian tersebut masih dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
“Pembahasan masih berlangsung di MenPAN, Kementerian PAN,” jelas Airlangga.
Dengan demikian, hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai kementerian teknis yang akan berada di bawah koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Pembagian ini nantinya akan berhubungan dengan struktur organisasi dan tata kerja kementerian koordinator yang baru. Tim teknis ditugaskan untuk merancang struktur tersebut sebelum pemerintah membuat keputusan resmi mengenai pembagian koordinasi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Pelantikan ini merupakan langkah dalam penataan koordinasi pemerintahan yang berfokus pada hilirisasi dan transisi energi.
Bahlil berkomitmen untuk melaksanakan tanggung jawab ini dengan baik, termasuk menjalankan dua jabatan yang diembannya. Fokus utamanya adalah pada agenda hilirisasi dan transisi energi yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo.
Pembentukan kementerian koordinator yang baru ini juga mengharuskan pemerintah untuk menata kembali hubungan koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga teknis yang terkait.
Bahlil sebelumnya menjelaskan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi akan berfungsi sebagai penghubung antara kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan agenda hilirisasi dan transisi energi.
➡️ Baca Juga: Netanyahu Memerintahkan Penghancuran Rumah Warga di Perbatasan Lebanon dengan Segera
➡️ Baca Juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Simak Tanggapan Warganet Secara Lengkap dan Faktual




