Pelatih Persija Tekankan Pentingnya Laga Melawan PSIM untuk Meraih Poin Maksimal

Persija Jakarta menargetkan kemenangan dalam laga melawan PSIM Yogyakarta yang akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali pada Rabu, 22 April 2026, pukul 15.30 WIB.
Ambisi meraih tiga poin penuh ini diperkuat oleh catatan positif Persija yang telah meraih dua kemenangan berturut-turut. Dalam dua laga terakhir, mereka berhasil menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor telak 3-0 dan mengalahkan PSBS dengan margin tipis 1-0.
Kepercayaan diri tim Ibu Kota semakin meningkat setelah hasil pertemuan pertama dengan PSIM. Pada pertemuan di putaran pertama yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 28 November lalu, Persija berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0.
Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengakui bahwa persiapan tim jelang laga ini cukup terbatas. Hal ini disebabkan oleh jadwal pertandingan yang padat serta perubahan lokasi yang memaksa mereka berpindah ke Bali, yang sempat memengaruhi rencana awal tim.
“Persiapan untuk pertandingan ini memang cukup singkat. Jeda antara laga sebelumnya dengan pertandingan di Bali tidak terlalu panjang. Kami juga tidak memperkirakan perjalanan jauh ke Bali karena semula kami memprediksi akan bertanding di Jogja. Namun, kami tetap memanfaatkan waktu yang ada untuk mempersiapkan diri. Kami sangat termotivasi dan menyadari betapa pentingnya laga melawan PSIM bagi kami,” ujar Mauricio, seperti yang dilansir dari situs resmi klub.
Lebih lanjut, Mauricio mengungkapkan bahwa tim telah melakukan evaluasi menyeluruh dari pertandingan sebelumnya. Ia menekankan bahwa lini serang tim masih perlu diperbaiki, terutama dalam memanfaatkan peluang yang ada di area penalti lawan.
“Di 15 hingga 20 menit pertama, kami menunjukkan intensitas permainan yang baik dan berusaha mencari celah untuk mencetak gol. Namun, kami belum berhasil. Kami cukup sering memasukkan bola ke dalam area penalti, tetapi tidak mampu mengkonversinya menjadi gol. Di dekat gawang, kami masih kurang kreativitas, baik melalui aksi individu maupun kombinasi satu-dua,” jelasnya.
Di sisi lain, Mauricio menegaskan bahwa fokus tim tidak hanya tertuju pada satu atau dua pemain lawan. Ia berpendapat bahwa kekuatan tim harus dilihat secara keseluruhan, bukan hanya dari individu tertentu.
“Saya tidak menilai permainan hanya dari satu pemain di tim lawan. Meskipun sepak bola melibatkan individu, kami selalu menekankan pentingnya aspek kolektif. Di tim lawan terdapat beberapa pemain yang berkualitas, tetapi saya tidak ingin menyoroti hanya satu atau dua nama saja,” tuturnya.
➡️ Baca Juga: Volume Kendaraan di Tol Cipali Mencapai 41 Ribu Jelang Libur Lebaran 2023
➡️ Baca Juga: Sholawat Dalailul Khairat PDF: Panduan Lengkap untuk Umat Muslim




