Mojtaba Khamenei: Posisi Terbaru yang Mempengaruhi Perundingan AS-Iran

Absennya Mojtaba Khamenei selama lebih dari enam minggu setelah dilantik sebagai pemimpin tertinggi Iran baru-baru ini menjadi faktor yang memengaruhi penundaan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran pada putaran kedua.
Menurut beberapa penasihat senior mantan Presiden Donald Trump, pemerintah AS meyakini bahwa ketidakhadiran Khamenei dalam proses pengambilan keputusan aktif telah memicu ketidakpastian di kalangan para pemimpin Iran.
Para pemimpin Iran saat ini tampaknya belum mencapai kesepakatan yang jelas mengenai posisi mereka, termasuk seberapa besar wewenang yang diberikan kepada tim negosiator dalam menentukan arah kebijakan terkait program nuklir Tehran.
Salah satu isu yang sangat penting dalam perundingan ini adalah terkait dengan cadangan uranium yang diperkaya yang dimiliki Iran. Saat ini, diperkirakan terdapat sekitar 440 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60 persen, yang hampir mendekati ambang batas 90 persen yang diperlukan untuk senjata nuklir. Jumlah ini dianggap cukup untuk memproduksi antara 8 hingga 12 bom, menjadi titik krusial dalam pertemuan di Islamabad dua minggu lalu.
Lalu, di manakah sebenarnya Mojtaba Khamenei saat ini?
Sejak konflik dimulai pada 28 Februari lalu, putra mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, hampir tidak pernah muncul di depan publik. Dalam situasi yang dianggap sebagai ancaman serius bagi keberlangsungan rezim yang telah berkuasa di Tehran selama hampir lima dekade, pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengannya lebih sering dibacakan melalui televisi nasional atau dibagikan di media sosial.
Menariknya, rezim yang kini berkuasa dilaporkan telah menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk menampilkan sosok Mojtaba Khamenei dalam berbagai pesan. Hal ini memicu spekulasi bahwa ia mungkin mengalami masalah kesehatan atau bahkan berada di luar negeri.
Kehadiran pemimpin baru ini sangat berbeda dari ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang dikenal sebagai wajah utama Iran. Di masa kepemimpinannya, hampir tidak ada minggu tanpa pidato atau pernyataan resmi yang disampaikannya secara langsung kepada publik.
Mengenai keadaan Mojtaba Khamenei saat ini, laporan terbaru menyebutkan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru ini mengalami beberapa cedera, termasuk patah tulang di kaki, memar di sekitar mata kiri, serta luka ringan di wajah akibat serangan gabungan dari AS dan Israel yang terjadi pada 28 Februari lalu.
➡️ Baca Juga: Gadget Terbaru untuk Mendukung Aktivitas Mobile Anda Secara Optimal
➡️ Baca Juga: 10 Terbaik Musik Indie Tahun Ini




