85,3 Persen Masyarakat Puas Pelaksanaan Mudik 2026 Berkat Kelancaran dan Keselamatan

Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan mudik Lebaran 2026 mencapai angka yang mengesankan, yaitu 85,3 persen. Capaian ini mencerminkan pengakuan yang tinggi dari para pemudik terhadap efektivitas kinerja pemerintah dan kepolisian dalam mengatur arus mudik serta arus balik pada tahun ini.
Darmaningtyas, seorang pengamat transportasi, menyatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan mudik tahun ini dapat dinilai melalui dua indikator utama: kelancaran dan keselamatan perjalanan.
“Dua aspek yang menjadi indikator dalam pelaksanaan mudik adalah kelancaran dan keselamatan. Dengan penerapan sistem one way untuk arus mudik dan arus balik, perjalanan menjadi lebih lancar. Aspek keselamatan pun sangat diharapkan, terutama penurunan angka kecelakaan, baik yang menyebabkan luka ringan, berat, maupun kematian,” jelas Darmaningtyas pada Kamis, 9 April 2026.
Kedua aspek tersebut dinilai telah berhasil dicapai dalam penyelenggaraan mudik tahun ini, sehingga tidak mengherankan jika masyarakat memberikan penilaian yang positif.
“Saya kira dua indikator tersebut berhasil dicapai tahun ini, dan wajar jika masyarakat pemudik merasa puas serta memberikan penilaian tinggi terhadap pengelolaan lalu lintas selama pelaksanaan angkutan mudik 2026, baik pada arus mudik maupun arus balik. Penilaian ini juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan operasi ketupat dalam menyelenggarakan mudik Lebaran 2026,” tambah Darmaningtyas.
Menurutnya, tingginya tingkat kepuasan masyarakat tidak terlepas dari kolaborasi dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak, termasuk dalam penyampaian informasi serta penerapan teknologi.
“Penghargaan tinggi dari masyarakat ini tidak terlepas dari kerja sama dan kolaborasi yang baik antar berbagai pihak dalam penyelenggaraan mudik Lebaran, termasuk dalam mengkomunikasikan regulasi-regulasi terkait mudik, serta dukungan teknologi yang optimal. Misalnya, keberadaan command center Jasa Marga yang mampu memantau kepadatan lalu lintas, sehingga pihak kepolisian dapat mengambil keputusan yang tepat, seperti penerapan contraflow atau one way,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci keberhasilan dalam pelaksanaan mudik tahun ini.
“Koordinasi dan kerja sama yang solid antar berbagai pihak adalah faktor pendorong yang memungkinkan terwujudnya penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran yang lancar dan aman,” tambahnya.
Meski demikian, di sisi kenyamanan, masih terdapat beberapa catatan, terutama mengenai kepadatan di rest area. Hal ini dinilai wajar, mengingat kondisi di lapangan yang memang demikian.
➡️ Baca Juga: Meningkatkan Penghasilan Melalui Lisensi Konten dengan Skill Fotografi Digital
➡️ Baca Juga: Rencana Strategis Barcelona untuk Musim Depan Terungkap Secara Mendetail




