Menkeu Purbaya Kurangi Anggaran BGN Setelah Pengadaan Motor Listrik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa ia baru mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai pengadaan motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN). Ia menjelaskan bahwa pengadaan ini merupakan bagian dari anggaran yang telah disusun pada tahun sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa rincian pengadaan tersebut baru diketahui setelah anggaran mulai berjalan.
Setelah memperoleh informasi tersebut, Menkeu Purbaya segera mengambil tindakan dengan menghentikan kelanjutan pengadaan motor listrik tersebut.
“Kita baru mengetahui belakangan bahwa anggarannya sudah dipotong. Saya perlu mengonfirmasi dengan Dirjen Anggaran lagi,” ungkap Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, yang dikutip pada Kamis, 9 April 2026.
Mengenai realisasi pengadaan yang telah dilakukan, Purbaya menyebutkan bahwa sejumlah unit motor listrik memang sudah diterima, mengingat pengadaan tersebut berasal dari anggaran tahun lalu.
“Iya, ini anggaran dari tahun lalu. Untuk tahun ini, tidak ada. Mungkin karena sudah terlambat, maka kami putuskan untuk menghentikan pengadaan ini,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa tidak akan ada pembelian motor listrik baru untuk program BGN pada tahun ini. “Yang pasti, tahun ini tidak ada lagi pembelian. Kami pastikan tidak ada untuk tahun ini,” pungkasnya.
Sebagai informasi tambahan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa harga untuk satu unit motor listrik yang dibeli untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah sebesar Rp42 juta.
Dadan menegaskan bahwa harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran saat ini yang mencapai Rp52 juta.
“Harga pasaran Rp52 juta, tetapi kami membelinya sekitar Rp42 juta, yang jelas di bawah harga pasaran,” ujar Dadan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 8 April 2026.
Dadan juga menjelaskan pentingnya pembelian motor listrik tersebut untuk mendukung operasional Kepala SPPG, terutama dalam menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses. Menurutnya, motor listrik ini sangat vital untuk mencapai desa-desa dan daerah yang hanya dapat diakses dengan kendaraan roda dua.
“Program ini bertujuan untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit dijangkau. Kami harus memastikan bahwa operasional di desa-desa dapat dilakukan dengan baik menggunakan motor,” jelasnya.
Dadan kemudian menambahkan bahwa pengadaan motor listrik tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran untuk tahun 2025 yang telah dirancang sebelumnya. Pengadaan ini ditujukan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
➡️ Baca Juga: Panduan Meningkatkan Kesiapan Tubuh untuk Beraktivitas Melalui Gaya Hidup Sehat
➡️ Baca Juga: Meningkatnya Tren Olahraga di Indonesia dan Cedera yang Paling Sering Terjadi




