Tasya Farasya Kenakan Baju Kuning di Sidang Cerai, Terkait Pernikahan Mewahnya

Jakarta – Pilihan Tasya Farasya untuk mengenakan busana kuning saat menghadiri sidang cerai pertamanya dengan Ahmad Assegaf menarik perhatian publik. Penampilan yang mencolok ini, ditambah dengan tas Hermes Himalaya yang bernilai selangit, memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen.
Belakangan, Tasya membeberkan alasan di balik keputusan fashion tersebut dalam sebuah podcast yang dipandu oleh Ivan Gunawan. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya tidak ada niatan untuk tampil dalam warna cerah di momen yang penuh emosi ini. Mari kita simak lebih lanjut.
“Sebelumnya, malamnya aku telah membeli baju berwarna abu-abu, agar terlihat seperti gaya dress drakor,” kata Tasya Farasya, seperti yang dikutip dari tayangan YouTube C8 Podcast, pada Kamis, 2 April 2026.
Namun, rencana tersebut berubah drastis dalam waktu semalam. Tasya Farasya mengungkapkan bahwa ia mengalami pergolakan emosional menjelang sidang. Kenangan akan perjalanan panjang hubungannya dengan mantan suami, mulai dari masa pacaran hingga pernikahan yang menyita perhatian publik, kembali menghantui pikirannya.
“Secara tiba-tiba, di malam hari aku berpikir dan sulit tidur. Kami menikah selama tujuh hari tujuh malam, berpacaran selama tujuh tahun, berdebat selama tujuh jam, dan kini tiba-tiba harus bercerai,” ujarnya.
Momen refleksi itu membawa Tasya pada kenangan penting lainnya, yaitu gaun pernikahannya. Ia teringat bahwa saat dilamar oleh Ahmad Assegaf, ia mengenakan gaun kuning yang dirancang oleh Ivan Gunawan. Warna tersebut kini memiliki makna yang lebih dalam baginya.
“Aku berpikir, ‘aku menikah dengan baju kuning.’ Artinya, ‘kita memulai dengan kuning, dan kita akhiri dengan kuning,'” ungkap Tasya Farasya.
Dari pengalamannya itu, muncul keputusan yang mengejutkan. Alih-alih mengenakan busana abu-abu yang telah disiapkan sebelumnya, Tasya memilih kembali mengenakan warna kuning sebagai pengingat sekaligus penutup kisah yang dimulainya dengan warna yang sama.
“Pada akhirnya, aku memutuskan untuk mengenakan baju kuning itu dan membatalkan rencana memakai baju abu-abu,” tambahnya.
Pilihan tersebut kini dipahami sebagai simbol dari perjalanan hidupnya, yang lebih dari sekadar urusan mode. Warna kuning, yang sering diasosiasikan dengan keceriaan dan harapan, seolah menjadi representasi dari babak baru yang ingin ia jalani setelah perpisahan ini.
➡️ Baca Juga: Bisnis Rumahan Berbasis Kebutuhan Lingkungan yang Selalu Diminati Konsumen
➡️ Baca Juga: 22 Negara NATO Bersinergi Amankan Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Iran dan AS




