Warga Amerika Serikat Menuntut Proses Pemakzulan Terhadap Trump Segera Dilakukan

Puluhan anggota Partai Demokrat Amerika Serikat mendesak agar Donald Trump segera dicopot dari jabatannya sebagai Presiden AS, baik melalui amandemen konstitusi ke-25 maupun proses pemakzulan. Desakan ini muncul menyusul pernyataan Trump yang mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban Iran hanya beberapa jam sebelum pengumuman gencatan senjata yang terjadi awal pekan ini.
Respons dari warga Amerika Serikat terhadap desakan ini menunjukkan bahwa mayoritas publik mendukung langkah kongres untuk memakzulkan Trump. Dalam survei terbaru, banyak dari mereka berharap proses pemakzulan dapat segera dilaksanakan.
Berdasarkan laporan dari Newsweek, pada tanggal 10 April 2026, sekitar 52 persen pemilih terdaftar menunjukkan dukungan untuk pemakzulan, sementara 40 persen menolak. Survei ini melibatkan 790 responden dan dilakukan atas inisiatif dua kelompok yang menentang kebijakan Trump, terutama terkait dengan konflik dengan Iran.
Data yang diperoleh juga menunjukkan bahwa sekitar satu dari tujuh pemilih dari Partai Republik bersedia mendukung proses pemakzulan tersebut, menandakan adanya ketidakpuasan di dalam partai itu sendiri.
Organisasi progresif Free Speech For People telah menugaskan Lake Research Partners untuk melakukan survei ini, yang memiliki margin kesalahan sebesar 3,9 persen. Temuan ini mencerminkan kekhawatiran yang mendalam di kalangan pemilih mengenai tindakan Trump.
Pentingnya situasi ini tidak bisa diabaikan. Selama masa jabatannya yang pertama, Trump mengalami pemakzulan dua kali oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Namun, dalam kedua kasus tersebut, Senat menolak untuk menyatakan Trump bersalah. Pemakzulan keduanya berkaitan dengan tuduhan menghasut kerusuhan pada insiden Capitol riot pada 6 Januari, yang mendapatkan 57 suara di Senat, termasuk tujuh suara dari anggota Partai Republik. Namun, hal ini terjadi setelah Trump meninggalkan jabatannya dan tidak memenuhi ambang batas dua pertiga suara yang diperlukan.
Seruan untuk memakzulkan Trump semakin menguat seiring dengan peluncuran kebijakan agresifnya terhadap Iran, yang telah mengubah dinamika politik di Capitol Hill serta di kalangan pemilih di seluruh negeri.
John Bonifaz, salah satu pendiri dan presiden Free Speech For People, menyatakan, “Jajak pendapat ini menegaskan apa yang kami lihat di seluruh negeri. Rakyat Amerika menyadari bahwa Donald Trump adalah ancaman langsung terhadap Konstitusi dan supremasi hukum, sehingga tindakan pemakzulan dan pencopotan dari jabatan publik harus segera dilakukan.”
Seperti yang telah diketahui, Trump sendiri memperburuk situasi tersebut. Pada tanggal 7 April, ia mengeluarkan peringatan bahwa sebuah peradaban akan musnah jika Iran tidak memenuhi tenggat waktu untuk membuka kembali Selat Hormuz. Iran kemudian mengambil langkah untuk memenuhi permintaan tersebut pada hari Selasa, setelah menyepakati gencatan senjata selama 15 hari dengan Amerika Serikat.
➡️ Baca Juga: Kronologi Meninggalnya Brigadir Fajar Usai Menjalani Tugas Pengamanan Idul Fitri
➡️ Baca Juga: Strategi Sehat Harian untuk Menyeimbangkan Aktivitas dan Istirahat Secara Efektif




