Rutan Depok Laporkan Dua Petugas Terlibat dalam Kasus Pesta Narkoba yang Viral

Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas I Depok, Bogi Nurseto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melaporkan dua petugas Rutan yang diduga terlibat dalam insiden pesta narkoba yang menjadi viral ke Polres Metro Depok.
“Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Kami hingga saat ini masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Belum ada jadwal atau rilis resmi yang kami terima,” ungkap Nurseto saat dihubungi oleh wartawan di Depok, Selasa.
Kedua petugas tersebut merupakan bagian dari tim pengamanan serta staf Bimbingan Kerja di Rutan Depok.
Bogi menekankan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dengan pihak kepolisian beroperasi sesuai dengan tugas dan fungsi mereka.
Ketika ditanya mengenai sanksi yang akan dikenakan, Bogi menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan Aparatur Sipil Negara (ASN), mereka akan diberikan sanksi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebelumnya, Kepala Rutan Kelas I Depok, Ario Galih Maduseno, menyatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki video viral yang menunjukkan pesta narkoba di dalam Rutan.
Ia menegaskan bahwa setiap orang yang terbukti terlibat dalam pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Kami berkomitmen untuk melakukan perbaikan dan berperang melawan peredaran narkoba,” tegasnya.
Selain itu, pihak Rutan juga melakukan pemeriksaan terhadap para warga binaan yang muncul dalam video tersebut dan melaporkan kejadian ini kepada Kantor Wilayah serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Langkah ini diambil untuk mengungkap fakta-fakta yang ada sekaligus menentukan tindakan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Ario menjelaskan bahwa pemeriksaan di lokasi yang ditunjukkan dalam video melibatkan sekitar 22 warga binaan.
Dari jumlah tersebut, ada sekitar tiga hingga empat orang yang masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.
“Pemeriksaan di kamar itu melibatkan kurang lebih 22 warga binaan, dan kami masih mendalami tiga sampai empat orang di antaranya,” jelasnya.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah individu berada dalam sebuah ruangan dengan musik yang cukup keras. Beberapa di antara mereka tampak sedang berjoget.
Video tersebut sebelumnya diunggah oleh akun Instagram @dewanperwakilanetizen.id pada hari Sabtu.
Rutan Depok juga telah melakukan razia gabungan pada 23 September 2026.
Dalam razia tersebut, petugas melakukan penyisiran di empat blok hunian, dengan 50 warga binaan menjalani tes urine secara acak.
Hasil dari pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruhnya negatif. Razia ini juga berhasil mencatat tidak ada penemuan handphone, senjata tajam, maupun narkoba.
➡️ Baca Juga: Laptop Berkualitas dengan Harga Kompetitif di Pasar yang Perlu Anda Pertimbangkan
➡️ Baca Juga: Azizah Salsha Dihujat Lagi Setelah Tampilkan Kedekatan dengan Baila, Apa Penyebabnya?




