PP Pelti Menanggapi Ketidakhadiran Janice Tjen di Asian Games 2026

Petenis wanita Indonesia, Janice Tjen, dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keputusan tersebut diambil oleh Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) untuk menjaga peluang Janice agar dapat tampil di babak utama Australian Open 2027.
Sekretaris Jenderal PP Pelti, Andi Fajar, menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak mengikutsertakan Janice tidaklah tiba-tiba. PP Pelti bersama tim pelatih telah melakukan evaluasi mendalam mengenai dampak keikutsertaan Janice di Asian Games terhadap peringkat dunianya dan kesempatan untuk berkompetisi di Grand Slam.
“Ini merupakan bagian dari strategi yang telah direncanakan dengan baik agar Janice memiliki peluang maksimal untuk masuk ke babak utama Australian Open di Melbourne. Dia harus menjaga poin peringkat yang telah dikumpulkannya saat ini,” ungkap Andi Fajar di Jakarta, Senin (14/9/2026).
Saat ini, Janice memiliki poin WTA yang sangat signifikan dan harus dipertahankan hingga akhir musim 2026. Berdasarkan perhitungan dari PP Pelti dan tim pelatih, terdapat sekitar 405 poin yang menjadi aset penting bagi petenis yang lahir di Jakarta tersebut.
Jika Janice memilih untuk meninggalkan rangkaian turnamen WTA demi berpartisipasi di Asian Games, ada risiko kehilangan poin tersebut. Hal ini dapat menyebabkan penurunan peringkatnya dan berpotensi mengancam peluangnya untuk mendapatkan tiket langsung ke babak utama Australian Open 2027.
Terbentur Regulasi WTA, PP Pelti sebenarnya telah berusaha mencari solusi agar Janice tetap dapat memperkuat tim Indonesia di Asian Games tanpa kehilangan poin pentingnya.
Federasi ini telah melakukan diskusi dengan International Tennis Federation (ITF) dan WTA sejak sekitar setahun yang lalu. PP Pelti juga mengirimkan surat resmi untuk meminta pengecualian terkait aturan pengurangan poin atau zero point jika Janice harus meninggalkan turnamen WTA demi membela nama Indonesia.
Namun, WTA tetap menerapkan regulasi yang mengikat mengenai turnamen wajib, termasuk WTA 1000 di Beijing.
PP Pelti telah menyatakan kesediaannya untuk menanggung konsekuensi finansial jika Janice tidak berpartisipasi di Beijing. Namun, masalahnya tidak hanya sebatas denda administratif, karena pengurangan poin tetap berlaku sesuai dengan regulasi WTA.
Oleh karena itu, PP Pelti akhirnya memilih opsi yang dianggap paling aman bagi karier Janice. Keputusan untuk tidak mengikuti Asian Games 2026 juga bukan keputusan yang diambil secara sembarangan. PP Pelti mencatat bahwa sejumlah petenis top dunia juga mengambil langkah serupa karena benturan jadwal kompetisi.
➡️ Baca Juga: Perbedaan Signifikan Antara Testnet dan Mainnet dalam Peluncuran Proyek Kripto Baru
➡️ Baca Juga: Harta Bupati Tulungagung yang kena OTT KPK Tembus Rp20,3 Miliar: Punya 20 Aset Properti dan Land Cruiser



