pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k Depo 10k
berita

Kapolri Berkomitmen Tingkatkan Keamanan dengan Memerangi Premanisme Secara Serius

Jakarta – Guru Besar Universitas Padjadjaran, Bandung, Prof. Romli Atmasasmita mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memberantas pungutan liar dan premanisme. Menurutnya, tindakan premanisme dan pungli telah menciptakan keresahan yang mendalam di masyarakat.

“Premanisme tidak hanya mengganggu para pelaku usaha, tetapi juga merusak tatanan hukum yang ada. Fenomena ini sudah berlangsung lama, baik oleh kelompok preman yang tidak terorganisir maupun mereka yang berafiliasi dengan organisasi masyarakat. Kehadiran mereka jelas mengganggu kepastian hukum. Jika Polri berkomitmen serius untuk mengatasi premanisme, kami sebagai masyarakat tentu akan memberikan dukungan dan penghargaan,” ungkap Prof. Romli di Jakarta, pada hari Senin, 14 September 2026.

Mantan Direktur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM ini menekankan bahwa keberadaan premanisme di area industri tidak hanya merugikan secara finansial bagi pengusaha, tetapi juga menciptakan dampak negatif bagi kepastian hukum di Indonesia.

Bagi investor asing yang mempertimbangkan Indonesia sebagai destinasi investasi, aspek keamanan dan penegakan hukum menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan mereka.

Ia juga menekankan bahwa tanpa adanya jaminan keamanan yang jelas, potensi investasi yang dapat masuk ke Indonesia akan terhambat secara signifikan. Tentu saja, masyarakat, pekerja, dan pelaku usaha berharap komitmen yang disampaikan oleh Kapolri dalam forum konsolidasi tidak hanya berhenti pada pernyataan belaka.

“Implementasi nyata dari komitmen ini harus berupa respons cepat terhadap laporan, tindakan tegas terhadap pelaku pungli dan premanisme, serta pengawasan yang berkelanjutan di kawasan industri. Ini adalah ukuran keberhasilan yang paling konkret. Selain itu, dukungan dari masyarakat dan apresiasi dari berbagai pihak juga sangat penting bagi Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keamanan di sektor industri nasional,” tutur Prof. Romli.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan sinyal yang tegas kepada para pelaku premanisme dan pungutan liar yang masih aktif beroperasi di kawasan industri.

Sigit mengimbau kepada para pengusaha dan perusahaan untuk tidak ragu melaporkan jika mereka menemui tindakan yang mengganggu aktivitas usaha mereka. Polri akan memastikan bahwa laporan tersebut akan ditindaklanjuti dengan serius.

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) yang berlangsung di kawasan MM2100, Bekasi.

Menurut Sigit, isu keamanan sangat erat kaitannya dengan keberlangsungan kawasan industri. Lingkungan usaha yang aman adalah salah satu faktor kunci untuk mempertahankan kepercayaan investor.

➡️ Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Thailand Berantas TPPO

➡️ Baca Juga: Telkomsel dan Huawei Kolaborasi Strategis untuk Memperkuat 5G dan Jaringan Broadband di Indonesia

Related Articles

Back to top button