Golkar dan PKS Tingkatkan Kolaborasi Koalisi untuk Bahas RUU Pemilu

Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar baru saja menerima kunjungan dari pengurus DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang bersifat politis. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi kedua partai untuk memperkuat komunikasi dan memperdalam kolaborasi, serta memastikan kelancaran pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa PKS memiliki peranan yang sangat signifikan dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran.
Bahlil menekankan, “PKS memiliki posisi yang strategis dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Sejauh yang saya ketahui, Presiden Prabowo sangat menghargai keberadaan PKS dalam koalisi ini,” ungkapnya pada Selasa, 15 September 2026.
Sementara itu, Presiden PKS, Al-Muzammil Yusuf, sejalan dengan pernyataan Bahlil, menegaskan bahwa kehadiran PKS dalam koalisi pemerintahan merupakan langkah strategis yang didasarkan pada kesamaan visi antara kedua partai.
Al-Muzammil menjelaskan, “Ada yang pernah menanyakan tentang keberadaan PKS di koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran. Saya menjawab bahwa Pak Prabowo sangat akomodatif terhadap isu-isu umat dan tidak pernah mengecualikan mereka. Untuk itu, kesuksesan Presiden Prabowo juga menjadi tanggung jawab semua partai pendukung dalam koalisi ini.”
Presiden PKS menyambut positif hangatnya komunikasi antara kedua partai, serta mengungkapkan rasa optimisme yang tinggi terhadap posisi mereka dalam pemerintahan saat ini.
“Kedatangan kami dalam arena politik Indonesia bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi. PKS hadir di Partai Golkar karena adanya kedekatan personal serta pandangan yang sejalan tentang masa depan Indonesia. Saya percaya banyak hal yang dapat kita kerjakan bersama dengan Partai Golkar,” tambahnya.
Menanggapi pernyataan PKS, Bahlil Lahadalia kembali menegaskan komitmen Partai Golkar untuk mendukung kelanjutan program-program strategis nasional di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
“Bentuk pertemuan seperti ini sangat penting agar kita bisa berkolaborasi dan saling memberikan manfaat. Terlebih lagi, kita adalah partai koalisi yang memiliki tujuan untuk memastikan kesuksesan pemerintahan,” jelas Bahlil.
Tidak hanya dalam hal penyelarasan pandangan politik, Bahlil juga mengusulkan ruang kerja sama konkret di berbagai sektor prioritas. Partai Golkar mengajak PKS untuk berkolaborasi aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina di tingkat internasional, serta mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Di waktu yang bersamaan, kedua partai sepakat untuk memperkuat kebijakan sektor energi nasional demi mencapai kemandirian dan kedaulatan energi, yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: Bayern Munich Hancurkan Atalanta 10-2 di Allianz Arena: Dominasi Tanpa Tandingan
➡️ Baca Juga: Iran Izinkan Kapal Komersial Melintas Saat Pembukaan Selat Hormuz untuk Keamanan Maritim




