happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k Depo 10k
bisnis

IHSG Menguat Stabil Menuju Rilis RDG BI, Bursa Asia dan Wall Street Juga Mengalami Kenaikan

IHSG dibuka dengan penguatan yang modest, mencatat kenaikan 7 poin atau 0,12 persen, mencapai level 6.392 pada awal perdagangan hari Selasa, 22 September 2026.

Fanny Suherman, yang menjabat sebagai Kepala Analis Riset Retail, memperkirakan bahwa pergerakan IHSG akan cenderung datar atau sideways sepanjang hari ini.

Menurut Fanny dalam laporan riset hariannya, IHSG berpotensi bergerak sideways tetapi dengan kecenderungan melemah, mengingat investor saat ini bersikap wait and see sambil menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

Sementara itu, saham-saham di sektor teknologi di kawasan Asia menunjukkan penguatan dalam perdagangan pada hari Senin yang lalu, didorong oleh optimisme terkait prospek kecerdasan buatan (AI) dan sektor semikonduktor. Investor juga memperhatikan pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, yang dijadwalkan berlangsung pekan ini, terkait isu hubungan perdagangan dan prospek ekonomi global.

Indeks KOSPI di Korea Selatan mengalami kenaikan sebesar 1,65 persen, sedangkan Taiex di Taiwan meningkat 1,14 persen. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga mencatat penguatan sebesar 1,18 persen, dan ASX 200 di Australia bertambah tipis sebesar 0,01 persen.

Sentimen pasar di kawasan ini dipengaruhi oleh ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan kembali melakukan kenaikan suku bunga. Di kawasan Asia Tenggara, indeks STI Singapura mencatat kenaikan sebesar 0,34 persen.

Namun, di Singapura, tingkat pemutusan hubungan kerja (PHK) pada kuartal kedua 2026 mencapai angka tertinggi sejak masa puncak pandemi COVID-19 pada akhir tahun 2020. Lonjakan kasus PHK ini disebabkan oleh reorganisasi dan restrukturisasi dalam bisnis, dengan total mencapai 4.620 kasus pada kuartal kedua 2026, naik dari 3.830 kasus pada kuartal pertama 2026.

Di Indonesia, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan kebijakan Bank Indonesia yang berlangsung pekan ini, yang akan menentukan arah suku bunga BI dalam usaha menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Fanny menambahkan bahwa level support untuk IHSG berada di kisaran 6.340-6.270, sedangkan level resistensi diperkirakan berada di rentang 6.440-6.500.

Dalam perkembangan lain, Wall Street mengalami rally dengan indeks Nasdaq Composite mencatatkan lonjakan yang mengesankan, mencapai rekor penutupan tertinggi, didorong oleh kenaikan saham perusahaan teknologi seperti Advanced Micro Devices dan sejumlah raksasa AI lainnya.

Di sisi lain, yield obligasi US Treasury mengalami penurunan dari level tertingginya, sementara harga minyak mentah terjun ke level terendah. Hal ini terjadi akibat spekulasi mengenai potensi kemajuan dalam pembicaraan terkait isu Timur Tengah yang akan dibahas dalam pertemuan PBB minggu ini.

Pada hari Senin, indeks S&P 500 ditutup dengan kenaikan 1,49 persen, sedangkan indeks Nasdaq Composite melonjak hingga 2,26 persen, dan Dow Jones Industrial Average juga menunjukkan penguatan sebesar 0,71 persen.

➡️ Baca Juga: Jelang Piala Presiden 2025, Manajemen Persib: Sebagai Ajang Membangun Tim Tatap Liga 1 dan AFC

➡️ Baca Juga: PP Pelti Menanggapi Ketidakhadiran Janice Tjen di Asian Games 2026

Related Articles

Back to top button