Gus Miftah Bahas Korupsi dan Penegakan Hukum Sita Aset Koruptor

Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah, memberikan perhatian serius terhadap masalah korupsi dan penegakan hukum di Indonesia. Dalam pandangannya, hukuman yang diberikan kepada pelaku korupsi haruslah tegas, bahkan hingga tahap hukuman mati dan perampasan aset yang dihasilkan dari tindakan korupsi yang merugikan negara.
Gus Miftah menyampaikan pandangannya tersebut dalam sebuah cuplikan ceramah yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Dalam video tersebut, ia terlibat dialog dengan seorang jemaah perempuan bernama Mega yang berasal dari Bogor.
Di dalam diskusi tersebut, Mega mengajukan pertanyaan mengenai wacana penerapan hukuman mati serta perampasan aset bagi mereka yang terlibat dalam korupsi. Gus Miftah merespons dengan penjelasan yang tegas di hadapan para jemaah yang hadir.
“Mengambil hak rakyat dalam jumlah yang besar, maka hukum mati adalah pilihan yang tepat,” ungkap Gus Miftah, seperti terlihat dalam video yang diunggah pada Rabu (7/10/26).
Gus Miftah tidak hanya berhenti di situ. Ia juga meminta pendapat dari jemaah mengenai sikap negara dalam menyita aset yang diperoleh melalui praktik korupsi.
“Apakah kamu setuju jika aset tersebut dirampas oleh negara?” tanya Gus Miftah, menggugah kesadaran para jemaah tentang pentingnya tindakan tegas terhadap korupsi.
Melalui penjelasannya, Gus Miftah menyoroti perilaku koruptor yang cenderung mengumpulkan kekayaan hasil dari kejahatan, meskipun mereka telah mendapatkan penghasilan resmi dari negara. Ia berpendapat bahwa harta hasil korupsi dapat terakumulasi dalam jumlah yang sangat besar, hingga sulit dihabiskan oleh generasi berikutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Miftah juga menyinggung sosok Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Dia mengaitkan ketegasan dalam penegakan hukum atas korupsi dengan keberanian para pejabat untuk mendengarkan serta menanggapi aspirasi masyarakat.
“Dan pemimpin DPR yang berani mengambil keputusan berdasarkan tuntutan rakyat,” tegas Gus Miftah sambil menunjukkan keteladanan kepada koleganya.
Gus Miftah juga memberikan penilaian positif terhadap gaya kepemimpinan Dasco. Menurutnya, Dasco adalah sosok yang tenang tetapi tetap menunjukkan ketegasan dalam setiap tindakannya.
“Don Dasco, tenang tanpa kehilangan ketegasan, kuat tanpa harus berisik, dan bekerja tanpa selalu mencari sorotan,” puji Gus Miftah.
Ia melanjutkan dengan menyoroti cara kerja Dasco yang dinilainya lebih banyak dilakukan tanpa perlu mencari perhatian publik.
“Don Dasco bekerja dalam keheningan, hadir di saat dibutuhkan, dan berbicara ketika situasi memerlukan solusi,” tambahnya, menggarisbawahi etos kerja yang harus diteladani.
Pernyataan Gus Miftah tersebut disampaikan di momen spesial, yaitu bertepatan dengan ulang tahun Dasco yang jatuh pada hari ini. Gus Miftah pun mengunggah momen kebersamaan mereka melalui akun Instagramnya sebagai bentuk apresiasi.
➡️ Baca Juga: Solusi Efektif untuk Mengatasi Nyeri Pinggang Akibat Terlalu Banyak Melakukan Rotasi Smash
➡️ Baca Juga: Politik: Dunia Raih Penghargaan Internasional




