Akbar Faizal Mendorong Erick Thohir Mundur Setelah Timnas Indonesia Gagal di Piala AFF 2026

Politisi senior Akbar Faizal telah mengungkapkan keprihatinannya terhadap kegagalan Timnas Indonesia untuk mencapai semifinal Piala AFF 2026. Kekecewaan ini menyusul hasil yang kurang memuaskan bagi skuad Garuda, terutama mengingat mereka bertindak sebagai tuan rumah turnamen.
Melalui akun media sosialnya, Akbar menekankan pentingnya Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk bertanggung jawab atas hasil buruk yang diperoleh tim nasional. Ia menilai bahwa tanggung jawab ini tidak hanya berlaku untuk pelatih dan pemain, tetapi juga untuk manajemen yang memimpin federasi sepak bola.
Akbar menggarisbawahi bahwa kegagalan Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman untuk melangkah ke babak semifinal menunjukkan bahwa daya saing sepak bola nasional semakin menurun, bahkan di level Asia Tenggara. Hal ini menjadi pertanda bahwa ada yang salah dalam pengelolaan dan pengembangan olahraga sepak bola di Tanah Air.
“Timnas Indonesia tidak berhasil maju ke semifinal Piala AFF, yang seharusnya menjadi target utama sebagai tuan rumah. Ketua PSSI perlu menunjukkan rasa tanggung jawab yang layak,” ungkap Akbar Faizal dalam tulisannya, yang diunggah pada hari Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurutnya, hasil yang kurang memuaskan ini menunjukkan bahwa Indonesia belum siap bersaing secara maksimal di kancah ASEAN. Hal ini menjadi cerminan betapa pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan dan kompetisi yang ada.
“Ini seharusnya menjadi momen introspeksi bagi kita semua. Indonesia seharusnya merasa malu karena tidak mampu bersaing di level ASEAN,” tegasnya.
Akbar juga tidak segan untuk meminta agar pengurus PSSI lainnya turut mempertanggungjawabkan hasil yang didapat. Ia menilai bahwa bukan hanya ketua umum yang harus bertanggung jawab, tetapi seluruh jajaran pengurus federasi juga harus ikut memikul beban ini.
“Solusi terbaik adalah mundur secara bersama-sama, bersama seluruh pengurus PSSI,” tambahnya, menegaskan pentingnya tindakan kolektif dalam menghadapi masalah ini.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa jika PSSI tidak menunjukkan upaya untuk bertanggung jawab, maka Menteri Pemuda dan Olahraga harus mengambil langkah tegas. Ini menjadi sinyal bahwa reformasi dalam tubuh PSSI sangat diperlukan untuk perbaikan yang lebih baik ke depannya.
“Apabila pertanggungjawaban tidak diberikan, maka kami mendesak Menpora untuk memecat Ketua PSSI,” ujarnya dengan tegas.
Kegagalan Timnas Indonesia untuk lolos ke semifinal Piala AFF 2026 dipastikan setelah hasil imbang 1-1 melawan Singapura di pertandingan terakhir Grup A, yang berlangsung pada 7 Agustus 2026 di Stadion Jalan Besar, Singapura. Pertandingan ini menjadi penentu nasib Indonesia dalam turnamen.
Indonesia sempat unggul melalui gol dari Ragnar Oratmangoen pada menit ke-47, namun Singapura berhasil menyamakan kedudukan melalui Ilham Fandi pada menit ke-65. Hasil akhir imbang ini mengakhiri harapan Indonesia untuk melaju ke babak selanjutnya.
Dengan hasil tersebut, Timnas Indonesia harus puas berada di posisi ketiga klasemen Grup A dengan total tujuh poin. Mereka tertinggal dari Singapura yang mengumpulkan delapan poin di urutan kedua, dan Vietnam yang menjadi juara grup dengan raihan 10 poin setelah mengalahkan Kamboja dengan skor 3-1.
Kondisi ini menggambarkan tantangan besar yang dihadapi oleh sepak bola Indonesia. Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi performa tim, perlu adanya evaluasi menyeluruh dan perbaikan yang mendasar agar bisa bersaing di level yang lebih tinggi di masa depan.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif UMKM untuk Mengembangkan Produk Sesuai Kebutuhan Pasar yang Dinamis
➡️ Baca Juga: Elkan Baggott dan Ezra Walian Kembali, Simak 40 Pemain Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series




