Operasi SAR KM Virgo Transport 8 Terbesar dalam 5 Tahun dengan 1.200 Personel dan Puluhan Kapal

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa operasi pencarian dan penyelamatan KMP Virgo Transport 8 merupakan yang paling signifikan dalam lima tahun terakhir.
“Menurut catatan kami, ini adalah operasi dengan pengerahan sumber daya SAR yang paling banyak serta jumlah korban meninggal yang juga tertinggi,” ungkap Putu di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin pada malam Selasa.
Operasi pencarian ini dimulai setelah tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada tanggal 13 September 2026, saat kapal tersebut berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Putu menjelaskan bahwa lebih dari 1.200 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan yang telah memasuki hari ke-24.
Basarnas mengoptimalkan semua potensi yang ada, termasuk keterlibatan TNI, Polri, kementerian, lembaga, pihak swasta, dan relawan untuk mencari serta mengevakuasi korban.
Sebanyak 63 personel penyelam berspesialisasi juga dikerahkan untuk membantu operasi pencarian di bawah permukaan laut.
Armada yang dikerahkan mencakup tujuh pesawat, helikopter, serta 24 kapal besar yang menyisir berbagai lokasi yang menjadi fokus pencarian.
“Area pencarian terus diperluas sejalan dengan perkembangan situasi di lapangan, mencakup perairan Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, serta Laut Jawa itu sendiri,” tambahnya.
Dari data terkini, dari total 243 penumpang dan awak KMP Virgo Transport 8, sebanyak 190 orang telah ditemukan. Rinciannya adalah 108 orang selamat dan 82 orang dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, 53 korban lainnya masih dalam proses pencarian yang sudah memasuki hari ke-24 operasi SAR ini.
“Komitmen kami adalah untuk terus menemukan sisa korban sesuai harapan keluarga, namun kami juga harus mempertimbangkan dinamika di lapangan dan keselamatan personel yang menjadi prioritas utama,” jelas Putu.
Ia juga berharap peristiwa serupa tidak akan terulang di masa depan dan menekankan pentingnya evaluasi terhadap prosedur keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal-kapal yang melintasi perairan Laut Jawa.
➡️ Baca Juga: Pemain Asal Surabaya Dikontrak Klub Belgia KV Mechelen Hingga Tahun 2030
➡️ Baca Juga: Sidang Putusan Praperadilan Eks Menag Yaqut Dilaksanakan Hari Ini




