Petugas 9 Bandara Utama Diwajibkan Memanfaatkan AI untuk Belajar Bahasa Inggris

Di tengah meningkatnya pariwisata dan mobilitas global, tuntutan akan kualitas layanan di bandara pun semakin tinggi. Seiring dengan pemulihan sektor pariwisata di Indonesia, kebutuhan akan layanan yang memenuhi standar internasional di bandara menjadi semakin mendesak.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia diperkirakan mencapai 13,9 juta pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 19,05 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mendekati tingkat kunjungan sebelum pandemi Covid-19.
Dalam konteks ini, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris telah menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki oleh tenaga kerja di sektor layanan, agar dapat memberikan pengalaman yang cepat, tepat, dan sesuai dengan standar internasional kepada pelanggan.
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) telah resmi mengimplementasikan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris para petugasnya.
Melalui kemitraan strategis dengan platform pelatihan bahasa Inggris berbasis teknologi AI, ELSA Business, InJourney Airports meluncurkan program pelatihan wajib Multilanguage dengan Pembinaan Berbasis AI untuk Customer Handling Officer di sembilan bandara utama.
Inisiatif ini merupakan bagian integral dari transformasi bisnis yang bertujuan untuk menghadirkan layanan bandara berkelas dunia. Dengan memanfaatkan AI, proses pembelajaran menjadi interaktif, adaptif, dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik profesi petugas layanan aviasi.
Hary Budi Waluyo, Kepala Grup Learning and Development InJourney Airports, menekankan bahwa kualitas interaksi antara karyawan dan penumpang menjadi faktor kunci dalam transformasi layanan.
“Standar internasional tidak hanya bergantung pada modernisasi infrastruktur, tetapi juga pada kompetensi komunikasi sumber daya manusia dalam menangani pelanggan internasional,” ujarnya.
Pelatihan berbasis AI ini dirancang untuk mensimulasikan situasi nyata di lapangan, mulai dari penyampaian informasi, penanganan keluhan, hingga proses pemulihan layanan yang efektif.
Sementara itu, staf di sektor bisnis juga akan mendapatkan materi mengenai Komunikasi Bisnis Profesional. Dengan akses yang fleksibel melalui smartphone, karyawan dapat belajar di antara pergantian shift tanpa mengganggu operasional bandara.
Tidak hanya menyediakan materi interaktif, ELSA Business juga menawarkan dasbor analitik bagi tim manajemen. Fitur ini memungkinkan tim HR untuk memantau kemajuan kompetensi, tingkat keterlibatan, dan efektivitas investasi dalam pelatihan berbasis data yang akurat.
Will Polese, Wakil Presiden ELSA Business, menggarisbawahi pentingnya penguasaan bahasa Inggris di sektor aviasi. “Setiap interaksi langsung berpengaruh terhadap reputasi perusahaan, sehingga penguasaan bahasa internasional merupakan investasi strategis untuk masa depan,” jelasnya.
➡️ Baca Juga: Raket Badminton dengan Teknologi Anti-Torsion untuk Meningkatkan Akurasi Permainan
➡️ Baca Juga: Strategi Manajemen Keuangan untuk Membangun Kebiasaan Finansial Sehat yang Berkelanjutan




