Iran Perkuat Hubungan dengan Negara-negara Muslim Tetangga untuk Membangun Keamanan Kawasan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pemerintah Teheran sedang berusaha untuk memperkuat hubungan politik dan ekonomi dengan negara-negara Muslim, terutama yang berbatasan langsung dengan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah forum yang diadakan pada Konferensi Internasional Persatuan Islam ke-40, dan diunggah melalui akun Telegramnya.
“Kami ingin menjalin hubungan yang harmonis dengan semua negara Islam, terutama yang berada di sekitar kami,” ungkap Araghchi pada hari Minggu, 30 Agustus 2026.
Iran juga aktif dalam memperluas hubungan ekonominya dengan negara-negara Islam lainnya. Menurut Araghchi, “Kami sedang berupaya menciptakan hubungan ekonomi yang lebih luas dengan seluruh negara Islam, dan kami sangat bersyukur bahwa kami telah memiliki hubungan yang kuat dengan mereka.”
Saat membahas hubungan dengan Mesir, Araghchi menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk perselisihan antara Teheran dan Kairo.
“Kami berkomitmen untuk menjalin hubungan yang baik dengan Mesir. Kami siap kapan saja teman-teman kami di Mesir memutuskan untuk memperbaiki hubungan tersebut,” jelasnya.
Terkait dengan Lebanon, ia menegaskan keinginan Iran untuk membangun hubungan yang positif dengan semua kelompok dan faksi politik di negara tersebut, serta keinginan untuk mempererat kerja sama dengan pemerintah Lebanon.
Meskipun demikian, Araghchi menekankan bahwa Iran tidak setuju dengan beberapa kebijakan pemerintah Lebanon saat ini, dan berharap agar Kementerian Luar Negeri Lebanon dapat menunjukkan “rasionalitas yang lebih besar.”
Ia juga menambahkan bahwa Iran mendorong perluasan hubungan yang telah terjalin baik dengan negara-negara di benua Afrika.
“Pendekatan kami terhadap dunia Islam berlandaskan pada prinsip persatuan,” tegas Araghchi.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Iran berupaya memperluas jaringan hubungan di seluruh dunia Muslim, dengan penekanan khusus pada negara-negara tetangganya.
Dalam konteks ketegangan militer yang terjadi di kawasan, Araghchi menjelaskan bahwa Iran menargetkan posisi Amerika Serikat (AS) di negara-negara sekitar sebagai respons terhadap serangan AS, dan menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah menyerang negara-negara Muslim atau tetangganya.
Menurutnya, Teheran telah memberikan peringatan kepada negara-negara di kawasan bahwa pangkalan dan sasaran AS di wilayah mereka akan menjadi target serangan iran jika Washington melancarkan serangan terhadap Iran.
“Pasukan kami akan menyerang segala target milik AS di kawasan ini selama masa konflik, baik itu pangkalan, fasilitas, maupun titik kumpul pasukan mereka,” ujar Araghchi.
Dia menilai serangan yang dilancarkan oleh AS dan Israel sebagai “agresi yang tidak sah,” sementara tindakan respons Iran dianggapnya sebagai “pembelaan diri yang sah.”
➡️ Baca Juga: Flores Back-Arc Thrust: Penyebab Gempa M7,7 NTT dan Potensi Bahaya yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: Bellingham Memimpin Inggris Menuju Semifinal Piala Dunia dengan Kinerja Gemilang




