Sikap Tegas Artis Terkenal terhadap Karhutla: Sherina Munaf Ungkap Masalah yang Muncul

Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kini tidak hanya menjadi isu yang mengkhawatirkan bagi masyarakat Malaysia dan Singapura, tetapi juga menarik perhatian dan reaksi tegas dari berbagai artis terkenal di Indonesia.
Salah satu artis yang aktif berkontribusi adalah Luna Maya, yang mengajak publik untuk berdonasi demi mendukung upaya penanganan dampak karhutla terhadap hutan dan satwa di Kalimantan.
Aksi kemanusiaan ini dibagikan oleh Luna Maya melalui akun Instagram-nya pada Selasa, 13 Oktober 2026, sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi yang semakin memprihatinkan.
Dalam unggahannya, Luna menyampaikan bahwa masyarakat dapat berpartisipasi dengan memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan saat ini.
“Hai, aku Luna Maya! Saat ini, hutan dan satwa yang hidup di Kalimantan memerlukan uluran tangan kita. Kita tidak bisa terus menunggu untuk berbuat sesuatu. Mari jadi Pejuang Kebaikan. Donasi sekarang, karena bantuanmu sangat dibutuhkan hari ini,” ungkap Luna Maya dengan semangat.
Ajakan yang disampaikan oleh Luna Maya ini merupakan salah satu contoh dukungan dari publik figur di tengah bencana yang mengancam lingkungan hidup dan habitat satwa.
Selain Luna Maya, ada pula Nadine Chandrawinata yang melontarkan kritik tajam kepada pemerintah terkait penanganan karhutla.
Nadine sangat menyayangkan respons pemerintah yang dinilai lamban dalam menangani masalah kebakaran hutan yang terjadi secara berulang.
Ia mengemukakan bahwa pemerintah berperan penting dalam menghadapi bencana yang berulang kali terjadi di Indonesia.
“Tetap saja, pilar terkuat itu ada di tangan pemerintah. Kita sangat membutuhkan ketegasan dan kecepatan pemerintah dalam membantu mengatasi bencana ini,” tegas Nadine Chandrawinata saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Nadine menambahkan bahwa pengalaman dari bencana karhutla sebelumnya seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi pemerintah dalam merumuskan langkah-langkah penanggulangan yang lebih efektif dan memberikan panduan keselamatan kepada masyarakat yang terdampak.
“Jadi, pemerintah harus sudah siap. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir maupun pegunungan juga perlu mengetahui langkah-langkah yang harus diambil agar tidak panik dan keselamatan menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Ia juga mengakui bahwa ia tidak menyangka kebakaran akan berlangsung begitu lama hingga memerlukan bantuan dari negara lain.
“Ini sudah hampir sebulan. Saya tidak memperkirakan situasi ini akan berlangsung selama itu hingga negara-negara lain harus memberikan bantuan,” tuturnya.
Nadine berharap agar pengerahan bantuan, termasuk helikopter pemadam dengan teknik water bombing dan tim pencarian serta penyelamatan, dapat dimaksimalkan untuk mempercepat penanganan masalah ini.
➡️ Baca Juga: Raisya Bawazier Siap Comeback ke Dunia Hiburan Setelah Selesai Perceraian Selama Setahun
➡️ Baca Juga: Tinju Amatir Lokal: Pertarungan Sengit di Ajang Olahraga Rakyat




