Sara Wijayanto dan Demian Aditya Mengungkap Alasan Perceraian Mereka Secara Terbuka

Jakarta – Setelah resmi bercerai pada 8 Oktober 2026, Sara Wijayanto dan Demian Aditya akhirnya memutuskan untuk berbagi alasan di balik keputusan mereka mengakhiri hubungan yang telah terjalin selama lebih dari 12 tahun. Keduanya memilih untuk mengungkapkan kabar tersebut melalui unggahan di platform Instagram.
Dalam pernyataan yang mereka rilis bersamaan, Sara dan Demian menegaskan bahwa perceraian bukanlah langkah yang diambil secara impulsif. Mereka mengakui telah menjalani perjalanan yang panjang dan penuh tantangan, berusaha mempertahankan ikatan mereka hingga mencapai keputusan untuk menjalani hidup secara terpisah.
“Menyampaikan berita ini bukanlah hal yang mudah bagi kami. Setelah melewati banyak pengalaman bersama, kami akhirnya sepakat untuk berpisah dengan cara yang baik,” ungkap Sara dan Demian dalam postingan Instagram mereka yang dikutip pada Jumat (9/10/26).
Salah satu aspek penting yang mereka sampaikan dalam pernyataan tersebut adalah alasan di balik perceraian. Sara dan Demian dengan tegas membantah adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun keterlibatan orang ketiga dalam hubungan mereka.
“Keputusan ini sangat sulit. Tidak ada KDRT, dan tidak ada orang ketiga. Hanya dua individu yang, setelah melewati banyak proses, menyadari bahwa mungkin yang terbaik adalah melanjutkan hidup masing-masing,” tulis mereka.
Pernyataan ini juga menjadi klarifikasi setelah proses perceraian mereka menjadi sorotan publik. Sara sebelumnya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 8 September 2026 dengan nomor perkara 3594/2026.
Perkara tersebut kemudian ditutup dengan putusan verstek pada Kamis, 8 Oktober 2026. Demian tercatat sebagai pihak tergugat dan tidak hadir dalam dua kali persidangan setelah mendapatkan panggilan.
Meskipun hubungan mereka sebagai suami istri telah berakhir, Sara dan Demian menegaskan bahwa keputusan ini tidak menghapus seluruh kenangan yang telah mereka ciptakan bersama selama ini.
“Perpisahan tidak selalu harus diwarnai dengan kebencian. Ada begitu banyak tahun, cerita, tawa, air mata, pelajaran, dan kehidupan yang telah kami bangun bersama. Semua itu tidak akan sirna hanya karena status hubungan kami berubah,” ungkap keduanya.
➡️ Baca Juga: OJK dan MSCI Tingkatkan Transparansi Pasar Modal untuk Kepercayaan Investor
➡️ Baca Juga: Kasus FHUI Viral: Kenali Berbagai Bentuk Pelecehan Seksual yang Harus Dipahami




