Pindad Rencanakan Produksi 325 Unit Maung Garuda VVIP untuk Pejabat Negara Tahun Ini, Simak Spesifikasinya

PT Pindad saat ini sedang dalam proses produksi kendaraan dalam negeri yang dirancang untuk meningkatkan mobilitas para pejabat negara melalui kendaraan Maung Garuda VVIP. Kendaraan ini ditujukan untuk menteri, wakil menteri, kepala badan, lembaga, serta pejabat eselon I lainnya.
Pada fase awal, sebanyak 18 unit Garuda VVIP telah disiapkan untuk digunakan oleh menteri dan utusan khusus. Rencananya, jumlah ini akan meningkat menjadi 145 unit pada akhir Oktober 2026.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan, perusahaan menargetkan penyediaan sekitar 325 unit kendaraan hingga tahun 2026.
“Target kami untuk tahun ini adalah menyediakan sekitar 325 unit kendaraan. Ini merupakan langkah strategis untuk mendukung mobilitas para pejabat tinggi negara sekaligus memperkuat industri otomotif nasional,” jelas Sigit saat ditemui di Bandung, pada 10 Oktober 2026.
Sigit menambahkan bahwa spesifikasi Garuda VVIP berbeda dari kendaraan yang digunakan oleh Presiden dan Wakil Presiden. Kendaraan ini dibangun dengan wheelbase reguler dan tidak memiliki konstruksi limosin yang diperpanjang.
Selain itu, Garuda VVIP saat ini belum dilengkapi dengan perlindungan lapis baja atau fitur antipeluru.
“Spesifikasi Garuda VVIP ini berbeda dari kendaraan resmi Presiden dan Wakil Presiden. Kendaraan ini tidak menggunakan fitur perlindungan antipeluru atau sistem armored,” terang Sigit.
Penyediaan Garuda VVIP merupakan bagian dari arahan pemerintah untuk menyediakan kendaraan bagi para pejabat negara. Di masa mendatang, penggunaan kendaraan ini berpotensi diperluas untuk pimpinan lembaga tinggi negara, termasuk DPR, MPR, dan Bank Indonesia.
Selain memenuhi kebutuhan mobilitas pejabat negara, pengembangan Garuda VVIP juga merupakan bagian dari rencana besar untuk memajukan industri otomotif di Indonesia.
Sigit menjelaskan bahwa pengembangan kendaraan nasional dilakukan secara bertahap. Langkah awalnya adalah pengembangan kendaraan untuk kebutuhan pertahanan, kemudian dilanjutkan dengan kendaraan untuk pejabat tinggi negara.
Tahap selanjutnya akan difokuskan pada pengembangan kendaraan yang menggunakan teknologi elektrifikasi.
“Setelah kendaraan untuk pejabat tinggi negara, kita akan mengarahkan pengembangan kendaraan nasional ke arah teknologi elektrifikasi,” imbuh Sigit.
Mulai tahun 2027, Pindad berencana untuk fokus pada pengembangan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Selanjutnya, pada tahun 2028 dan seterusnya, pengembangan kendaraan nasional akan menyasar kebutuhan masyarakat umum.
➡️ Baca Juga: Marc Klok Menyampaikan Kekecewaan Tak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia
➡️ Baca Juga: Sarwendah Gugat Kembali Ruben Onsu Terkait Wanprestasi di Tengah Sengketa Hak Asuh




