Pertandingan Seru Atlet Tenis Meja Nasional: Gilang Maulana Hadapi Fikri Faqih di SSC-Al Mujahidien Cup 2026

SSC-Al Mujahidien Cup 2026 bukan hanya sekadar ajang untuk saling mengenal, melainkan juga sebuah kompetisi tenis meja yang semakin ketat. Memasuki edisi ketiga, turnamen yang diselenggarakan oleh Sehat Selalu Club (SSC) di Cluster Morganite, Perumahan Bekasi Timur Regency, ini melibatkan puluhan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Berbeda dengan dua edisi sebelumnya yang mengusung format individu, SSC-Al Mujahidien Cup 2026 memperkenalkan konsep baru. Tahun ini, panitia menerapkan sistem beregu yang menjadikan persaingan antar tim semakin menarik dan dinamis.
Setiap tim terdiri dari lima pemain, dengan format pertandingan yang mencakup satu nomor tunggal dan dua nomor ganda. Hal ini menjadikan kekuatan tim tidak hanya berasal dari kemampuan individu, tetapi juga dari strategi dan kerjasama yang baik saat bertanding di nomor ganda.
Taufik, selaku Ketua Panitia SSC-Al Mujahidien Cup 2026, menyatakan bahwa pergeseran format ini merupakan salah satu inovasi utama dalam penyelenggaraan tahun ini.
“Yang membedakan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah sistem grup. Setiap grup terdiri dari lima orang yang akan bertanding dalam dua ganda dan satu single,” ungkap Taufik.
Perubahan format ini telah berhasil meningkatkan antusiasme para peserta. Sebanyak 60 DKM dari seluruh Bekasi Raya berpartisipasi dalam turnamen ini, melibatkan sekitar 360 pemain yang siap berkompetisi.
Keberhasilan ini mencerminkan meningkatnya semangat kompetisi tenis meja di kalangan komunitas DKM di wilayah Bekasi Raya.
“Alhamdulillah, jumlah peserta tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan total 360 orang yang berasal dari 60 DKM se-Bekasi Raya,” ujar Taufik dengan bangga.
Persaingan di meja tenis meja ini juga diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan fisik para pemain. Panitia bekerja sama dengan Rumah Sakit Nusantara untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan sebelum pertandingan dimulai.
Pemeriksaan yang dilakukan mencakup pengecekan tekanan darah dan pemeriksaan kesehatan umum. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua peserta berada dalam kondisi fisik yang optimal sebelum bertanding.
Meskipun tenis meja dikenal sebagai permainan cepat di area yang relatif kecil, olahraga ini tetap menuntut refleks yang baik, konsentrasi tinggi, serta kondisi fisik yang prima.
“Kami menjalin kerjasama dengan rumah sakit. Sebelum pertandingan, kami melakukan pemeriksaan kesehatan setiap peserta, terutama untuk tensi darah dan pemeriksaan lainnya. Kami ingin memastikan semua peserta dalam kondisi yang aman dan sehat,” tambah Taufik.
Dengan semangat kompetisi yang tinggi dan perhatian terhadap kesehatan, SSC-Al Mujahidien Cup 2026 diharapkan dapat menjadi ajang yang tidak hanya mempertemukan para atlet tenis meja nasional, tetapi juga menciptakan suasana yang penuh persahabatan dan kebersamaan di antara para peserta.
➡️ Baca Juga: Latihan Gym yang Aman untuk Minimalkan Risiko Cedera Selama Sesi Intensif
➡️ Baca Juga: Perkuat Standar ISPO, Pemerintah Soroti Klaim Carbon Sink pada Sawit




