Larangan Away Dicabut, Bobotoh Menanti Kesempatan Bersama Jakmania di Satu Tribun

Larangan bagi suporter tim tamu yang sebelumnya diberlakukan oleh ILeague dan disetujui oleh FIFA kini telah dicabut, dan kabar ini disambut dengan antusias oleh Bobotoh Maung Bersatu (Bomber).
Kelompok suporter Persib Bandung ini berharap bahwa pencabutan larangan tersebut akan menjadi titik awal untuk memperbaiki suasana sepak bola di Indonesia. Mereka juga optimis bahwa kesempatan ini akan memungkinkan suporter Persib dan Jakmania dari Persija Jakarta untuk kembali bersatu dalam satu tribun.
R Bian Afandi, pengurus Bomber Pusat, menilai bahwa pencabutan larangan away adalah langkah positif untuk perkembangan sepak bola di tanah air. Ia percaya bahwa kehadiran suporter tamu di stadion dapat menghidupkan kembali atmosfer pertandingan dan membuka peluang untuk menjalin hubungan yang lebih baik antara suporter.
“Dengan adanya suporter tamu, atmosfer sepak bola akan kembali semarak. Sepak bola adalah hiburan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan dan menjadi pemersatu bangsa,” ungkap Bian kepada wartawan pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Bian juga mengemukakan bahwa kembalinya suporter tim tamu ke stadion akan memperkuat komunikasi di antara berbagai kelompok suporter. Ketika mereka melakukan perjalanan untuk mendukung tim kesayangan, suporter dapat berkoordinasi dengan pengurus serta tokoh suporter setempat, sehingga hubungan yang terjalin tidak hanya terbatas pada rivalitas di lapangan.
“Hal ini akan menciptakan koordinasi dan menjalin persaudaraan, sehingga suporter merasa memiliki keluarga di jauh,” tambahnya.
Meskipun menyambut baik pencabutan larangan away, Bian tetap menyadari bahwa masih ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas yang tinggi. Ia mencontohkan laga antara Persib melawan Persija Jakarta serta Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang masih memiliki catatan terkait kehadiran suporter tamu.
Bian menjelaskan bahwa keputusan ini bisa dipahami, mengingat para pemangku kepentingan dan aparat keamanan tentu tidak ingin mengambil risiko dalam pertandingan yang memiliki rivalitas tinggi. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa diperlukan proses pendewasaan bagi semua pihak agar rivalitas tidak berujung pada kebencian dan konflik.
“Mudah-mudahan, dengan dicabutnya larangan away ini, kita bisa memasuki fase pendewasaan, sehingga kita semua dapat bersikap lebih bersahabat,” tuturnya.
Bian menekankan bahwa hubungan baik sebenarnya sudah terjalin di antara para pengurus dan tokoh kelompok suporter. Ia mencatat bahwa perselisihan lebih sering muncul di tingkat akar rumput, sementara para tokoh suporter dari berbagai kelompok masih dapat saling berkomunikasi dengan baik.
➡️ Baca Juga: Politik: Dunia Raih Penghargaan Internasional
➡️ Baca Juga: 20 Mod Minecraft Terbaik 2026 untuk Meningkatkan Pengalaman Bermain Anda Secara Maksimal




