BUMDes: Strategi Efektif Mengembangkan Ekonomi Desa Menjadi Mesin Bisnis Baru

Jakarta – Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru. Dengan memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengembangkan unit usaha yang produktif, BUMDes dapat berfungsi sebagai motor penggerak aktivitas ekonomi di tingkat lokal.
Salah satu contoh keberhasilan dalam pengelolaan BUMDes adalah BUMDes Payang Sejahtera yang terletak di Desa Sungai Payang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Lembaga ini berhasil mengelola berbagai sektor usaha dan mencatatkan omzet kumulatif yang mengesankan, mencapai Rp115,11 miliar dalam rentang waktu 2019 hingga 2025.
Keberhasilan BUMDes Payang Sejahtera tidak lepas dari program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan berkolaborasi dengan PT Multi Harapan Utama (MHU), yang merupakan anak perusahaan dari MMS Group Indonesia (MMSGI).
Kemal Djamil Siregar, Presiden Direktur MHU, menekankan bahwa program ini tidak hanya fokus pada bantuan modal dan usaha, melainkan juga mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan peluang ekonomi yang produktif.
“Program ini mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan peluang ekonomi produktif,” ujar Kemal dalam keterangan resminya pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Pertumbuhan usaha merupakan salah satu indikator utama dari kemajuan BUMDes Payang Sejahtera. Dalam periode 2019 hingga 2023, omzet lembaga ini menunjukkan peningkatan signifikan dari Rp4,67 miliar menjadi Rp27,67 miliar.
Secara keseluruhan, omzet yang diperoleh sepanjang periode 2019-2025 mencapai Rp115,11 miliar. Selain fokus pada pengembangan usaha, BUMDes ini juga memberikan kontribusi yang berarti terhadap pendapatan desa.
Kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) tercatat mencapai Rp1,68 miliar. Sementara itu, kontribusi terhadap program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) desa mencapai Rp589 juta.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa peran BUMDes bukan hanya terbatas pada aktivitas bisnis, tetapi juga meliputi penguatan sumber pendapatan dan pengembangan kegiatan ekonomi di tingkat desa.
Dalam pengembangan usaha, BUMDes mengidentifikasi berbagai sektor yang sesuai dengan potensi ekonomi masyarakat setempat. Dengan beragam unit usaha yang dimiliki, BUMDes memiliki beberapa sumber pendapatan yang dapat mendukung keberlanjutan kegiatan bisnisnya.
Saat ini, BUMDes Payang Sejahtera mengelola 14 unit usaha yang tersebar di berbagai bidang. Kegiatan usaha ini mencakup jasa boga, transportasi, pengelolaan perkebunan, penyediaan air bersih, serta layanan perikanan, konstruksi, dan dukungan operasional bagi perusahaan.
Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis pada potensi lokal, BUMDes Payang Sejahtera telah berhasil menunjukkan bagaimana ekonomi desa dapat dibangkitkan melalui pengelolaan yang baik dan sinergi antara masyarakat dan pihak swasta. Keberhasilan ini menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lain dalam memanfaatkan potensi lokal mereka untuk mencapai kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Ibas Mendorong Konektivitas Transportasi Aman dan Inklusif di Indonesia
➡️ Baca Juga: Aplikasi Viral untuk Memantau Kebiasaan Tidur Pengguna Digital Setiap Hari




