Singapura Alami Polusi Parah Jelang Balapan F1, Tercatat Kota Paling Terpolusi di Dunia

Kabut asap kini menyelimuti sejumlah kawasan di Singapura menjelang pelaksanaan Formula 1 (F1) Singapore Grand Prix 2026. Fenomena ini menyebabkan kualitas udara di negara tersebut memburuk, menjadikannya sebagai kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia, menurut pemantauan yang dilakukan oleh IQAir pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Kabut yang menyelimuti kawasan urban terlihat jelas di sekitar Marina Bay Sands dan area tepi laut, yang merupakan bagian dari ikoniknya lanskap Singapura. Gedung-gedung pencakar langit tampak samar terselimuti asap, sementara masyarakat serta wisatawan tetap beraktivitas di luar ruangan meskipun dalam kondisi tersebut.
Keadaan ini menambah perhatian menjelang akhir pekan balapan F1 yang diadakan di Marina Bay Street Circuit. Acara ini merupakan salah satu ajang olahraga internasional yang mampu menarik perhatian banyak wisatawan ke Singapura.
Berdasarkan laporan IQAir pada Jumat, 9 Oktober 2026, kualitas udara di Singapura sempat menempatkan kota ini di peringkat teratas dalam daftar kota besar paling tercemar di dunia. Pada pukul 12.00 waktu setempat, indeks kualitas udara yang dipublikasikan oleh IQAir menunjukkan angka 216, yang masuk dalam kategori “Very Unhealthy” atau sangat tidak sehat.
Pemantauan kualitas udara menunjukkan bahwa kondisi tidak sehat tersebut melanda berbagai kawasan di Singapura. Data mengenai indeks standar pencemar udara atau Pollutant Standards Index (PSI) selama 24 jam yang dilaporkan pada hari tersebut menunjukkan tingginya tingkat pencemaran di lima wilayah utama.
Wilayah Central mencatat angka PSI sebesar 186, diikuti oleh kawasan West dengan angka 177. Sementara itu, wilayah South mencatat PSI 164, East sebesar 159, dan North mencapai 130.
Angka-angka tersebut menempatkan seluruh wilayah dalam rentang PSI 101–200, yang dikategorikan sebagai tidak sehat. Hal ini menunjukkan bahwa dampak kabut asap tidak hanya terfokus di satu area, tetapi juga meluas ke berbagai bagian negara tersebut.
Kabut yang mengurangi jarak pandang sangat terlihat di sekitar kawasan Marina Bay. Beberapa bangunan di sekitar lokasi penyelenggaraan F1 tampak samar dari kejauhan akibat lapisan asap yang menyelimuti udara.
Situasi kualitas udara yang mengkhawatirkan ini juga menimbulkan rasa cemas bagi para wisatawan yang sedang berkunjung ke Singapura. Salah satunya adalah Grace Guarrera, seorang wisatawan yang mengaku baru pertama kali mengalami peringatan tentang polusi udara saat berkunjung ke negara tersebut.
➡️ Baca Juga: Prabowo Klarifikasi Tudingan ‘Kabinet Gemuk’ dan Sebut Timor Leste Miliki 28 Menteri
➡️ Baca Juga: Samsung Galaxy A08 dan Xiaomi Redmi Note 17 4G: Perbandingan Menarik HP Terjangkau



