Lima Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Helikopter Dikerahkan untuk Pencarian

Jakarta – Pencarian terhadap lima wartawan yang sedang dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau untuk mendokumentasikan aktivitas erupsi terus diperkuat. Upaya ini melibatkan berbagai sumber daya untuk memastikan keberhasilan misi pencarian.
Dukungan udara kini diperkuat dalam operasi pencarian di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau, Banten. Helikopter tipe Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 turut berperan dalam misi ini.
Pengerahan helikopter ini memungkinkan tim pencari untuk menjangkau area yang sulit diakses melalui jalur laut. Helikopter HR-3604 lepas landas dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) pada pukul 12.36 WIB dan dijadwalkan tiba di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada pukul 12.52 WIB.
Dalam pelaksanaan operasi ini, rute penerbangan yang telah disusun mencakup JIExpo Kemayoran, Pantai Carita, BPBD Banten, dan kembali ke Helipad di JIExpo Kemayoran.
Helikopter tersebut mengangkut tujuh anggota kru, yang terdiri dari Letkol Pnb Endrik Setyo Utomo, Kapten Pnb Dimas Aribowo, Serka Deatry Mulianto, Sertu Moch Farhan, Serda Eki P. Ginting, Pratu Ronni Bagus H, dan Prada Brillian Muammar.
Dukungan udara ini difokuskan untuk membantu pemantauan area yang menjadi pusat operasi pencarian, khususnya di sekitar Perairan Selat Sunda dan Gunung Anak Krakatau.
Penggunaan helikopter HR-3604 merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat pencarian yang sebelumnya telah dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan bersama berbagai elemen SAR lainnya.
Berbagai metode dan sarana terus dioptimalkan untuk menemukan delapan orang yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian. Operasi SAR berlangsung dengan penyesuaian terhadap kondisi daerah pencarian dan situasi yang dihadapi di lapangan.
Dengan tambahan dukungan udara, tim SAR diharapkan dapat memperluas jangkauan pemantauan terhadap wilayah yang menjadi fokus pencarian delapan orang yang hilang setelah speedboat mereka kehilangan kontak di Perairan Selat Sunda.
Rombongan wartawan tersebut sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka menuju Gunung Anak Krakatau untuk mengambil dokumentasi mengenai aktivitas erupsi yang sedang berlangsung.
Salah satu jurnalis dalam rombongan sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sebelum komunikasi terputus. Titik tersebut dikirimkan sekitar pukul 14.42 WIB, namun komunikasi dengan mereka hilang sekitar pukul 15.04 WIB.
Sejak saat itu, keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya belum terdeteksi. Tim SAR kemudian menggunakan titik komunikasi terakhir dan lokasi terakhir yang diketahui sebagai acuan dalam operasi pencarian.
➡️ Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Thailand Berantas TPPO
➡️ Baca Juga: Lebih dari 100 CCTV Amankan Muktamar ke-35 NU di Jombang dengan Efektif




