Makam Sutrimo yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah Dibongkar untuk Toksikologi dan DNA

Misteri seputar kematian Sutrimo kini memasuki fase yang signifikan. Polda Metro Jaya melakukan ekshumasi terhadap makam pria yang diduga pernah menjabat sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah di Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Proses ekshumasi yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB ini tidak hanya melibatkan pengangkatan jenazah. Tim forensik juga mengambil berbagai sampel dari tubuh Sutrimo serta lingkungan sekitar makam untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari penyidikan yang dilakukan bersama Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas.
“Ekshumasi yang dilakukan hari ini merupakan salah satu langkah dalam proses penyidikan. Kegiatan ini adalah hasil kolaborasi antara Polda Metro Jaya dengan Polda Jawa Tengah dan Polresta Banyumas,” ungkap Budi kepada para jurnalis pada hari yang sama.
Pemeriksaan dilaksanakan melalui tiga tahapan. Setelah makam dibongkar, tim melakukan pemeriksaan luar untuk memastikan identitas jenazah sesuai permintaan penyidik. Tahap berikutnya adalah pemeriksaan bagian dalam tubuh.
Budi juga berharap agar proses ekshumasi ini tidak mengganggu keluarga Sutrimo yang sedang berduka.
“Kami mengajak masyarakat dan rekan-rekan media untuk memberikan ruang empati kepada keluarga almarhum. Mohon doanya agar seluruh proses berjalan lancar dan dapat memberikan kejelasan dalam kasus ini,” tambah Budi.
Dalam ekshumasi ini, PDFMI mengerahkan tim dari Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemeriksaan juga melibatkan para ahli dalam bidang laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi.
Ketua PDFMI, Brigadir Jenderal Polisi dr. Sumy Hastry Purwanti, menyatakan bahwa banyaknya ahli yang dilibatkan bertujuan untuk memastikan semua aspek kematian Sutrimo dapat diperiksa secara menyeluruh dan komprehensif.
“Selain dokter spesialis forensik dan medikolegal, kami juga melibatkan ahli dari laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi. Kami bekerja secara menyeluruh berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium,” jelas Sumy Hastry.
Tidak hanya jenazah yang menjadi fokus perhatian, tetapi juga kondisi makam. Tim melakukan pemeriksaan terhadap jenis dan kontur tanah, ukuran makam, serta mengambil sampel tanah di sekitar lokasi.
Sampel yang diambil dari jenazah akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan. Diharapkan, hasil analisis tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai penyebab dan cara kematian Sutrimo.
➡️ Baca Juga: Sengketa Pilbup Pemalang 2024 Bergulir ke MK
➡️ Baca Juga: LCGC Alami Penurunan Tenaga, Namun Berpotensi Bangkit Usai Kenaikan Harga BBM




