Pidato Tegas Presiden Iran di PBB, Menyebut AS dan Israel Sebagai Penyebab Kekacauan Dunia

Kehadiran Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam Sidang Umum PBB yang digelar di Markas Besar PBB di New York menarik perhatian global. Pezeshkian menjadi pemimpin negara pertama yang secara langsung mengungkapkan pidato di forum internasional ini pada momen yang krusial, di tengah keterlibatan negaranya dalam konflik dengan Amerika Serikat.
Dalam pidatonya, Pezeshkian membuka dengan menampilkan gambar sejumlah anak yang, menurutnya, telah menjadi korban serangan bom yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Di hadapan pemimpin dunia lainnya, ia menegaskan bahwa ketidakstabilan yang terjadi di dunia saat ini adalah hasil dari tindakan kedua negara tersebut. Pezeshkian juga mengklaim bahwa serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap warga sipil serta infrastruktur di Iran adalah tindakan ilegal.
Menurut laporan dari CNBC Internasional pada tanggal 24 September 2026, pidato Pezeshkian di Sidang Umum PBB pada hari Rabu waktu setempat merupakan respons tegas terhadap Presiden AS, Donald Trump. Sebelumnya, Trump menyampaikan di hadapan PBB bahwa ia mempertimbangkan tindakan untuk menghancurkan Iran setelah hampir tujuh bulan kedua negara terlibat dalam konflik bersenjata.
Pernyataan Pezeshkian jelas berseberangan dengan klaim yang sering diutarakan oleh Trump, yang menyatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan damai. Trump berpendapat bahwa kesepakatan tersebut mungkin dapat dicapai setelah pemilihan umum sela di AS yang dijadwalkan pada 3 November mendatang.
Dalam pidatonya, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran adalah korban dari agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Ia menekankan bahwa negara yang dipimpinnya akan terus berjuang hingga akhir hayat mereka demi mempertahankan kedaulatan.
“Presiden Amerika Serikat menyebut kami sebagai teroris. Namun, kami adalah korban terorisme. Apakah kami yang menyebabkan ketidakstabilan? Kami hanya ingin hidup dengan merdeka. Mereka yang melakukan tindakan teror dan kejahatan, apakah mereka yang seharusnya melindungi perdamaian dan stabilitas?” ucap Pezeshkian dengan tegas.
Menarik untuk dicatat, Trump tidak hadir dalam sidang PBB pada hari Rabu tersebut. Ia telah kembali ke Washington pada malam sebelumnya untuk menyambut kedatangan Presiden China, Xi Jinping, yang dijadwalkan melakukan kunjungan resmi.
➡️ Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Pasar Melalui Inovasi Produk Unik Khas Daerah Anda
➡️ Baca Juga: Dalang Serangan 9/11 Akhirnya Akan Diadili pada 2028 Setelah 25 Tahun Menunggu




