Shin Tae-yong Terapkan Latihan Fisik Dua Kali Sehari untuk Pemain Persija di Thailand

Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, langsung memulai program pemusatan latihan tim di Hua Hin, Thailand, dengan semangat tinggi. Dalam persiapan menyongsong musim kompetisi yang baru, Shin menerapkan program latihan fisik dua kali sehari untuk meningkatkan performa skuad Macan Kemayoran.
Persija Jakarta berangkat ke Thailand pada Senin, 10 Agustus 2026, dengan membawa 22 pemain dalam rombongan gelombang pertama. Sementara itu, pemain lainnya direncanakan akan bergabung pada hari Jumat, 14 Agustus 2026.
Beberapa pemain yang baru saja menyelesaikan tugas bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 juga termasuk dalam rombongan yang menyusul. Mereka antara lain Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan.
Namun, dua pemain Persija masih belum dapat bergabung dengan tim di Thailand. Kwon Chang Hoon saat ini tengah menjalani proses pemulihan cedera betis di Korea Selatan, sedangkan Mauro Zijlstra masih fokus pada pemulihan cedera hamstring di Belanda.
Shin memanfaatkan pemusatan latihan di Thailand sebagai kesempatan untuk membangun kembali fondasi fisik tim sekaligus memperkuat strategi permainan Persija.
“Pemusatan latihan ini bertujuan untuk memperkuat kondisi fisik dasar dan taktik fundamental tim. Dengan adanya Piala Presiden kemarin, waktu kami untuk berlatih taktik menjadi sangat terbatas,” ungkap Shin.
Pelatih asal Korea Selatan ini menegaskan bahwa seluruh pemain akan menjalani sesi latihan dua kali dalam sehari.
“Kami sekarang berada di Thailand dan akan melaksanakan latihan dua kali sehari. Pada sesi pagi, kami akan fokus pada latihan penguatan fisik, sedangkan sore harinya akan ada penekanan pada latihan taktik tim,” jelasnya.
Menariknya, Shin tidak menerapkan menu latihan fisik yang sama untuk semua pemain Persija. Sebelum menentukan program latihan, ia melakukan pengukuran kondisi fisik masing-masing pemain untuk memastikan bahwa setiap individu mendapatkan program yang sesuai dengan kebutuhannya.
“Kami melakukan pengukuran kondisi fisik pemain, yang mencakup pengukuran kekuatan, massa otot, dan kadar lemak tubuh. Dengan demikian, kami sudah memiliki gambaran mengenai materi latihan yang harus diberikan,” tambah Shin.
“Program latihan akan disesuaikan untuk setiap pemain berdasarkan kondisi dan kebutuhannya. Kami berharap dengan cara ini, kondisi fisik masing-masing pemain dapat dimaksimalkan,” sambungnya.
Metode latihan yang diterapkan Shin bukanlah hal baru baginya. Ia pernah menerapkan program serupa saat menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia, menunjukkan konsistensi dan pengalaman dalam pengembangan fisik pemain.
➡️ Baca Juga: 10 Pemain Sepak Bola Modern Terkuat, Nomor 1 Pasti Mengejutkan dan Mengerikan
➡️ Baca Juga: Hamish Daud Ungkap Perjuangan Jatuh Bangkit saat Umrah: Makna Air Mata yang Dalam




