BTN Mempermudah Akses KPR untuk Semua Segmen Masyarakat dalam Mendapatkan Rumah

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah melakukan perbaikan terhadap 20 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga prasejahtera di empat lokasi di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk menjangkau masyarakat yang masih tinggal di kondisi hunian yang tidak memadai, dengan harapan dapat memperbaiki kualitas hidup mereka.
Sebanyak 20 rumah tersebut tersebar di empat daerah, masing-masing lima unit di Lebak, Cianjur, Sukabumi, dan Purworejo. Program ini merupakan kelanjutan dari kerjasama BTN dan PPATK yang dimulai pada tahun 2025, di mana sebelumnya telah diperbaiki 15 rumah. Dengan demikian, dalam dua tahun terakhir, total 35 rumah telah menerima manfaat dari program ini.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menjelaskan bahwa perbaikan RTLH merupakan salah satu solusi untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan rumah melalui pembiayaan atau melakukan perbaikan secara mandiri. Ini menjadi penting mengingat satu dari tiga keluarga di Indonesia masih tinggal di rumah yang tidak memenuhi standar hunian yang layak.
“BTN beroperasi di sektor perumahan dan kami sepenuhnya menyadari bahwa belum semua lapisan masyarakat dapat mengakses KPR, terutama mereka yang berada pada desil 1, 2, dan 3, serta sebagian dari desil 4 yang mengalami kesulitan dalam membayar angsuran. Oleh karena itu, salah satu langkah yang bisa kami ambil adalah melalui program bedah rumah,” ungkap Nixon di Desa Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Nixon menambahkan bahwa menyelesaikan masalah rumah tidak layak huni memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. BTN dan PPATK berkomitmen untuk menjadikan program bedah rumah sebagai agenda tahunan, dengan fokus pada daerah-daerah yang masih menghadapi tantangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
“Yang kami lakukan saat ini mungkin hanya bagian kecil dari apa yang bisa dicapai. Namun, jika semua perusahaan dan institusi memiliki gerakan yang serupa, ribuan rumah dapat diperbaiki setiap tahun. Tidak seharusnya kita hanya mengandalkan pemerintah; sektor korporasi juga memiliki peran penting dan dampak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.
Program ini juga sejalan dengan upaya transformasi BTN menuju Beyond Mortgage – Membangun Rumah, Membangun Kehidupan, serta semangat transformasi BUMN di bawah Danantara Indonesia untuk menciptakan nilai dan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. BTN telah berhasil menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 6,1 juta rumah di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses perumahan bagi masyarakat.
➡️ Baca Juga: Laptop Terbaik untuk Mahasiswa Ekonomi dan Akuntansi yang Efisien dan Terjangkau
➡️ Baca Juga: Teknologi: Pemerintah Sukses Gelar Acara Besar



