An Se Young Terlambat Selesaikan Foto Trofi, Lampu Arena Sudah Dipadamkan

Momen perayaan gelar juara An Se Young di Denmark Open 2026 menjadi sorotan luas di media sosial. Panitia penyelenggara turnamen mendapat kritik tajam setelah mereka memadamkan lampu arena saat tunggal putri asal Korea Selatan itu masih berada dalam sesi foto dengan trofi kemenangan.
Kejadian ini berlangsung setelah An Se Young mengalahkan lawan dari Jepang, Akane Yamaguchi, dalam pertandingan final yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober. Dalam video yang beredar di berbagai platform, tampak sesi foto sang juara masih berlangsung ketika pencahayaan arena mulai dipadamkan, karena pertandingan selanjutnya akan segera dimulai.
Banyak pengguna internet menyayangkan langkah tersebut. Mereka berpendapat bahwa An Se Young seharusnya diberikan waktu yang cukup untuk merasakan kebahagiaan atas kemenangannya setelah melewati pertandingan yang sangat menegangkan.
“Sekali-kali biarkanlah dia merasakan kenikmatan kemenangan setelah pertarungan yang melelahkan itu,” tulis salah satu pengguna media sosial.
Kritik juga muncul terkait proses pembersihan lapangan yang terjadi selama turnamen. Beberapa warganet menyoroti dugaan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ini dan mempertanyakan aspek keselamatan, terutama terkait dengan pentingnya menjaga permukaan lapangan agar tetap bersih dan tidak licin.
Dalam final tersebut, An Se Young dan Akane Yamaguchi terlihat beberapa kali terpeleset. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai kondisi permukaan lapangan dan pentingnya prosedur pembersihan yang benar untuk menjaga keselamatan para pemain.
Salah satu pengguna media sosial menegaskan bahwa kritik ini tidak dimaksudkan untuk merendahkan anak-anak yang terlibat, tetapi lebih untuk menekankan perlunya penanganan lapangan oleh petugas yang memiliki keterampilan yang memadai.
“Jangan biarkan anak-anak mengepel lantai di masa depan. Ini bukan tenis di mana mereka hanya perlu mengambil bola. Ini menyangkut keselamatan para atlet, baik Akane maupun An Se Young sempat terpeleset beberapa kali,” ujar seorang pengguna lainnya.
Meskipun adanya kontroversi tersebut, An Se Young berhasil mempertahankan gelar Denmark Open setelah melalui pertarungan tiga gim melawan Akane Yamaguchi. Dia meraih kemenangan dengan skor 21-23, 21-14, 21-18.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa An Se Young kembali meraih posisi terbaik di turnamen bulutangkis bergengsi ini. Namun, momen perayaan gelarnya kini menjadi perdebatan, terutama mengenai penghormatan kepada atlet dan standar keselamatan di arena pertandingan.
➡️ Baca Juga: Pramono Investasikan Rp101,3 M untuk Renovasi Sekolah di Jakarta Timur dengan Fasilitas Lift
➡️ Baca Juga: Perbedaan Signifikan Antara Testnet dan Mainnet dalam Peluncuran Proyek Kripto Baru



